SuaraGarut.id - Kelangkaan pupuk bersubsidi di Kabupaten Garut, Jawa Barat, diduga akibat diselewengkan.
"Kami minta aparat penegak hukum untuk menyelidiki kasus pupuk ini secepatnya," ujar Sekretaris Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Garut, Riki Muhammad Sidik, kepada SuaraGarut.id, Minggu, 26 Maret 2023.
Berdasarkan penelusuran anggota dewan, indikasi penyelewengan itu dilihat pada saat musim tanam. Para petani kesulitan untuk mendapatkan pupuk bersubsidi.
"Petani diarahkan untuk membeli pupuk non subsidi yang harganya lebih mahal dua kali lipat, alasannya pupuk subsidi habis," sambungnya
Indikasi kecurangan juga diduga dilakukan oleh distributor pupuk terhadap agen atau kios. Modusnya yakni barang yang dikirim tidak sesuai dengan invoice yang disebutkan.
"Kios ini diancam tidak akan dikasih pupuk kalau tidak mau mengikuti aturan mereka. Contonya, di invoice lima kuintal tapi kenyataannya yang dikirim dua kuintal," ujar Riki.
Menurut Politisi Partai Demokrat ini, kelangkaan pupuk bersubsidi di Garut diperparah dengan kurangnya pengawasan dari pemerintah. Kondisi itu terungkap saat wakil rakyat mengumpulkan para penyuluh pertanian.
Para penyuluh ini tidak mengetahui kapan pupuk didistribusikan dan disalurkan ke petani.
Akibat kelangkaan pupuk ini, banyak diantara tanaman petani yang mengalami gagal panen karena kurangnya mendapatkan perawatan. "Keluhan petani ini sampai hari ini belum ada solusinya. Padahal pengaduannya telah sering disampaikan," pungkas Riki. (*)
Baca Juga: Sepak Terjang Benny K Harman yang Ditantang Mahfud MD Adu Logika Soal Rp 349 T
Editor: Mustika Ati
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
-
'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos
Terkini
-
Mengenal 'Black Box' Kereta Api yang Bisa Ungkap Penyebab Tabrakan Argo Bromo di Bekasi
-
Peta Kekuatan Jelang Muktamar NU, Muncul 5 Poros 'Paslon' Pimpinan, Siapa Terkuat?
-
Ada Ustaz Iseng Chat WA Syekh Ahmad Al Misry di Tengah Kasus Pelecehan, Dibalas Begini
-
Izin Terancam Dicabut? Kemenhub Bentuk Tim dan Panggil Manajemen Green SM Buntut Kecelakaan KRL
-
Poin Persib Bandung Sama dengan Borneo FC, Beckham Putra Buka Suara
-
Penampakan 'Taksi Ijo' Biang Tabrakan KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi Timur
-
Heboh Video Tahanan di Bandara, Begini Penjelasan KPK
-
11 Tahun Mengabdi di Kompas TV, Nur Ainia Eka Rahmadyna Gugur Dalam Musibah Kereta Bekasi
-
Sebelum Viral Seperti Sekarang, Taksi Hijau Sudah Lama Ditolak di Surabaya
-
Undian Digelar, Nasabah BRI Berpeluang Raih Experience Eksklusif Menyaksikan Barcelona di Camp Nou