SuaraGarut.id - Kenaikan harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) tabung 3 kilogram, di Kabupaten Garut, Jawa Barat menuai pro kontra.
Kali ini Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Garut dalam paripurna menolak kenaikan harga itu.
Bahkan meminta Bupati Garut untuk mencabut kembali Surat Keputusan Bupati Tentang Kenaikan Harga Eceran Tertinggi LPG tabung 3 kilogram untuk keperluan rumah tangga dan usaha mikro.
Aksi penolakan itu, membuat Bupati Garut harus berpikir ulang mengingat alasan yang cukup menohok disampaikan DPRD Garut.
Penolakan itu disampaikan Fraksi Demokrat secara terbuka dalam Sidang Paripurna Tentang nota laporan keterangan pertanggungjawaban Bupati Garut tahun anggaran 2022 di gedung DPRD, Senin, 27 Maret 2023.
"Kondisi ekonomi masyarakat sedang sulit pasca covid kemarin, ditambah kenaikan harga gas ini menjelang Ramadhan," ujar Juru Bicara Fraksi Demokrat, Cucu Suhendar.
Dalam penetapan harga baru pemerintah daerah juga tidak melibatkan wakil rakyat.
Padahal gas subsidi itu menyangkut hajat hidup orang banyak yang pengawasannya dilakukan komisi III DPRD Garut.
Karena itu, penentuan harga gas ini harus dikaji ulang baik secara waktu penetapan harga maupun besaran kenaikannya.
Baca Juga: Peru Bantah Mundur Sebagai Tuan Rumah Piala Dunia U-17 2023, Posisi Indonesia Aman?
Sebelumnya Bupati Garut telah menentukan kenaikan harga eceran tertinggi gas 3 kilogram dalam surat keputusan Bupati nomor 100.3.3.2/Kep.109-DP2ESDM/2023
Dalam aturan itu diputuskan bahwa harga gas LPG yang jaraknya 0-60 kilometer dari stasiun pengisian bahan bakar gas ke Pangkalan, sebesar Rp 19.500.
Sedangkan yang jarak Pangkalan gas lebih dari 60 kilometer, harga ecerannya sebesar Rp 20.500.(*)
Editor: Mustika Ati
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan