SUARA GARUT – Pemilik akun Tiktok Awbimax Reborn tengah menjadi perbincangan publik karena mengkritik pemerintah Provinsi Lampung lewat konten ‘Alasan Lampung Gak Maju-Maju’.
Usai memposting video tersebut, kini pemilik akun Awbimax Reborn bernama asli Bima Yudho Saputro kini menjadi sorotan besar di Twitter, Instagram, dan Tiktok.
Pemilik akun Awbimax Reborn itu diketahui seorang mahasiswa asal Lampung yang tengah studi di Australia. Ia memang aktif di Tiktok dan sering mengkritik banyak hal salah satunya pemerintah Indonesia.
Dalam konten itu, Awbimax Reborn membeberkan alasan yang menyebabkan kampung halamannya, Lampung tak pernah maju.
“Gue mahasiswa yang berasal dari provinsi yang satu ini dajjal, dan gue sekarang lagi menjalani proses studi gue di Australia. Gue udah gedek banget. Alasan pertama adalah infrastruktur yang terbatas, banyak proyek-proyek yang mangkrak,” ucap Awbimax alias Bima, dikutip garut.suara.com, Kamis (13/04/2023).
Bima menjelaskan alasan pertama adalah infrastruktur yang terbatas dan mangkrak, sehingga ia mencontohkan proyek pembangunan Kota Baru yang dikerjakan sejak ia SD hingga sekarang tak kunjung selesai dan mangkrak.
Ia juga menjelaskan jalanan yang ada di Lampung banyak yang mengalami kerusakan. Padahal menurutnya jalan merupakan mobilisasi ekonomi di Lampung.
Kemudian, Bima juga membeberkan sistem pendidikan yang lemah. Padahal banyak tokoh pintar yang berasal dari Lampung dan bisa menjadi menteri, seperti Erick Thohir, Sri Mulyani.
Ia juga menambahkan proses penyaringan peserta didik di Lampung banyak kecurangan. “Kayak dosen nitipin anaknya, rektor nitipin ponakannya, ini apa sih? Kunci jawaban tersebar. Kalau mau UN tuh, itu yang nyebarin siapa kalau bukan dari pemerintah? Nyokap gue? Gue? Orang gila, nggak ada urusan,” tambahnya.
Baca Juga: Pengasuh Ponpes Batang Perkosa Santrinya, Ganjar Pranowo Geram
Ketiga, Bima menuturkan tata kelola di Provinsi Lampung yang lemah. Mulai dari kasus korupsi, penegakan hukum yang lemah, serta praktek suap dimana-mana dan sudah seperti makanan sehari-hari.
Terakhir, menurutnya Provinsi Lampung bergantung dengan sektor pertanian. Namun, pemerintah tidak bisa menjaga kestabilan harga di petani. Sehingga membuat para petani sering mengalami kerugian. (*)
Editor: Mustika Ati
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- PP THR dan Gaji 13 Tahun 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Cair dan Rincian Lengkapnya
- Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Gandeng VIDA, Persija Jakarta Go Digital
-
5 Poin Pertemuan Prabowo dan Dasco di Istana Jelang Lebaran 2026
-
Hafal Atmosfer Rizal Memorial, Ricky Kambuaya Siap Pimpin Dewa United Bungkam Manilla Digger
-
Pandji Pragiwaksono di Aksi Kamisan: Delpedro Cs Harusnya Tidak Perlu Diperkarakan
-
Justin Hubner Bersinar di Eredivisie, Legenda Belanda: Cocok Gabung PSV Eindhoven
-
Pemerintah Waspada, Perang AS-Iran Berpotensi Ganggu Industri Chip
-
Mengenal Tokoh Umma di Nussa Rara, Ternyata Terinspirasi Selingkuhan sang Founder?
-
Kasus 2 Ton Sabu, ABK Sea Dragon Fandi Ramadhan Divonis 5 Tahun Penjara
-
4 Rekomendasi HP Murah RAM 8 GB Terbaik dan Terbaru Maret 2026, mulai Rp1 Jutaan
-
Ahli Praperadilan Gus Yaqut Sebut Negara Tak Jualan Kuota Haji, Begini Keterangannya