/
Kamis, 13 April 2023 | 12:42 WIB
Pemilik akun tiktok Awbimax Reborn beberkan alasan Lampung tak maju-maju. Awbimax Reborn alias Bima akhirnya jadi perbincangan publik. (TikTok)

SUARA GARUT – Pemilik akun Tiktok Awbimax Reborn tengah menjadi perbincangan publik karena mengkritik pemerintah Provinsi Lampung lewat konten ‘Alasan Lampung Gak Maju-Maju’.

Usai memposting video tersebut, kini pemilik akun Awbimax Reborn bernama asli Bima Yudho Saputro kini menjadi sorotan besar di Twitter, Instagram, dan Tiktok.

Pemilik akun Awbimax Reborn itu diketahui seorang mahasiswa asal Lampung yang tengah studi di Australia. Ia memang aktif di Tiktok dan sering mengkritik banyak hal salah satunya pemerintah Indonesia.

Dalam konten itu, Awbimax Reborn membeberkan alasan yang menyebabkan kampung halamannya, Lampung tak pernah maju.

“Gue mahasiswa yang berasal dari provinsi yang satu ini dajjal, dan gue sekarang lagi menjalani proses studi gue di Australia. Gue udah gedek banget. Alasan pertama adalah infrastruktur yang terbatas, banyak proyek-proyek yang mangkrak,” ucap Awbimax alias Bima, dikutip garut.suara.com, Kamis (13/04/2023).

Bima menjelaskan alasan pertama adalah infrastruktur yang terbatas dan mangkrak, sehingga ia mencontohkan proyek pembangunan Kota Baru yang dikerjakan sejak ia SD hingga sekarang tak kunjung selesai dan mangkrak.

Ia juga menjelaskan jalanan yang ada di Lampung banyak yang mengalami kerusakan. Padahal menurutnya jalan merupakan mobilisasi ekonomi di Lampung.

Kemudian, Bima juga membeberkan sistem pendidikan yang lemah. Padahal banyak tokoh pintar yang berasal dari Lampung dan bisa menjadi menteri, seperti Erick Thohir, Sri Mulyani.

Ia juga menambahkan proses penyaringan peserta didik di Lampung banyak kecurangan. “Kayak dosen nitipin anaknya, rektor nitipin ponakannya, ini apa sih? Kunci jawaban tersebar. Kalau mau UN tuh, itu yang nyebarin siapa kalau bukan dari pemerintah? Nyokap gue? Gue? Orang gila, nggak ada urusan,” tambahnya.

Baca Juga: Pengasuh Ponpes Batang Perkosa Santrinya, Ganjar Pranowo Geram

Ketiga, Bima menuturkan tata kelola di Provinsi Lampung yang lemah. Mulai dari kasus korupsi, penegakan hukum yang lemah, serta praktek suap dimana-mana dan sudah seperti makanan sehari-hari.

Terakhir, menurutnya Provinsi Lampung bergantung dengan sektor pertanian. Namun, pemerintah tidak bisa menjaga kestabilan harga di petani. Sehingga membuat para petani sering mengalami kerugian. (*)

Editor: Mustika Ati

Load More