/
Senin, 17 April 2023 | 11:12 WIB
N Heni Yuhaeni, Akhir Penantian puluhan Mengabdi Sebagai Nakes, Kini Dilantik Jadi ASN PPPK.(garut.suara.com/A.Muhram)

SUARA GARUT - N Heni Yuhaeni.,AM.d,Keb, seorang bidan honorer yang telah mengabdi selama puluhan tahun akhirnya mendapat pengakuan yang layak.

Dia resmi dilantik menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada Senin, 17 April 2023, Oleh Bupati Garut H.Rudy Gunawan.

Heni, yang saat ini berusia 55 tahun, memulai karirnya sebagai bidan honorer di salah satu puskesmas di Kabupaten Garut, Jawa Barat pada tahun 2001.

Selama lebih dari 20 tahun, dia telah memberikan pelayanan kesehatan kepada ribuan pasien di daerahnya.

Meskipun telah bekerja dengan penuh dedikasi selama bertahun-tahun, Heni selalu menghadapi ketidakpastian dalam pekerjaannya sebagai bidan honorer.

Gaji yang tidak menentu dan fasilitas kerja yang minim adalah beberapa masalah yang sering dihadapinya.

Namun, keikhlasan Heni untuk terus mengabdi dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat telah membuahkan hasil.

Dengan pengakuan sebagai ASN PPPK, ia kini memiliki kepastian dalam pekerjaannya dan fasilitas yang lebih baik.

"Pengakuan ini adalah buah dari kesabaran dalam hidup saya. Saya akan terus bekerja dengan keras dan memberikan yang terbaik untuk masyarakat," ujarnya dengan rasa syukur.

Baca Juga: Nia Ramadhani Rayakan Ultah ke-33, Penampilan Ardi Bakrie Disorot: Kayak Lagi Sama Gadun Ya

Dalam sebuah wawancara, Heni juga menekankan pentingnya pengakuan bagi para tenaga honorer di Indonesia.

Dia berharap pemerintah dapat memberikan kepastian dan perlindungan bagi mereka yang telah memberikan kontribusi besar dalam melayani masyarakat.

Sebagai bidan yang telah lama mengabdi, Heni memahami betapa pentingnya pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Ia berkomitmen untuk terus berjuang dalam memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik dan menyeluruh bagi seluruh pasiennya.

Dengan pengakuan ini, Heni juga menjadi inspirasi bagi banyak orang. Ia membuktikan bahwa kesetiaan, kerja keras, dan dedikasi dalam pekerjaan dapat membawa seseorang menuju pengakuan dan keberhasilan yang layak.

"Semoga pengakuan ini dapat membawa perubahan positif bagi tenaga honorer di Indonesia," pungkasnya.A.Muhram (*)

Load More