SUARA GARUT - N Heni Yuhaeni.,AM.d,Keb, seorang bidan honorer yang telah mengabdi selama puluhan tahun akhirnya mendapat pengakuan yang layak.
Dia resmi dilantik menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada Senin, 17 April 2023, Oleh Bupati Garut H.Rudy Gunawan.
Heni, yang saat ini berusia 55 tahun, memulai karirnya sebagai bidan honorer di salah satu puskesmas di Kabupaten Garut, Jawa Barat pada tahun 2001.
Selama lebih dari 20 tahun, dia telah memberikan pelayanan kesehatan kepada ribuan pasien di daerahnya.
Meskipun telah bekerja dengan penuh dedikasi selama bertahun-tahun, Heni selalu menghadapi ketidakpastian dalam pekerjaannya sebagai bidan honorer.
Gaji yang tidak menentu dan fasilitas kerja yang minim adalah beberapa masalah yang sering dihadapinya.
Namun, keikhlasan Heni untuk terus mengabdi dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat telah membuahkan hasil.
Dengan pengakuan sebagai ASN PPPK, ia kini memiliki kepastian dalam pekerjaannya dan fasilitas yang lebih baik.
"Pengakuan ini adalah buah dari kesabaran dalam hidup saya. Saya akan terus bekerja dengan keras dan memberikan yang terbaik untuk masyarakat," ujarnya dengan rasa syukur.
Baca Juga: Nia Ramadhani Rayakan Ultah ke-33, Penampilan Ardi Bakrie Disorot: Kayak Lagi Sama Gadun Ya
Dalam sebuah wawancara, Heni juga menekankan pentingnya pengakuan bagi para tenaga honorer di Indonesia.
Dia berharap pemerintah dapat memberikan kepastian dan perlindungan bagi mereka yang telah memberikan kontribusi besar dalam melayani masyarakat.
Sebagai bidan yang telah lama mengabdi, Heni memahami betapa pentingnya pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Ia berkomitmen untuk terus berjuang dalam memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik dan menyeluruh bagi seluruh pasiennya.
Dengan pengakuan ini, Heni juga menjadi inspirasi bagi banyak orang. Ia membuktikan bahwa kesetiaan, kerja keras, dan dedikasi dalam pekerjaan dapat membawa seseorang menuju pengakuan dan keberhasilan yang layak.
"Semoga pengakuan ini dapat membawa perubahan positif bagi tenaga honorer di Indonesia," pungkasnya.A.Muhram (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Aturan Baru OJK Minta Bank Biayai MBG hingga KDMP, Purbaya Klaim APBN Masih Cukup
-
3 Terobosan Pajak Kendaraan Ala Dedi Mulyadi di Jawa Barat yang Bikin Warga Senyum Lebar
-
Video Sumpah Injak Al-Quran di Malingping Viral, MUI Lebak: Itu Haram
-
Eksaminasi 9 Pakar Hukum UI dan UGM: Putusan Kerry Riza Hasil dari Unfair Trial
-
Siap-Siap! Sekda Segera Umumkan Daftar ASN yang Terlibat Jual Beli Jabatan di Bogor
-
Boni Hargens Launching Buku Ilmu Politik, Singgung Soal Pernyataan Saiful Mujani, Termasuk Makar?
-
Gak Perlu KTP Pemilik Pertama, Kini Dedi Mulyadi Usul Bayar Balik Nama Disubsidi
-
Minat Investasi Emas Melonjak, Ini Cara Jual Beli Aman Tanpa Potongan Tersembunyi
-
Kementerian ESDM Lelet Urus RKAB, Perhapi: Banyak Perusahaan Tambang Tak Berfungsi
-
Quiet Quitting ala ASN: Pilih Jalan Fungsional Biar Gak Jadi Pejabat Struktural