News / Nasional
Rabu, 27 Mei 2026 | 09:08 WIB
Presiden Prabowo Subianto di Bandara Orly, Paris, Republik Prancis. (Laily Rachev - Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)
Baca 10 detik
  • Wakil Ketua Komisi II DPR RI Bahtra Banong menegaskan kunjungan kerja Presiden Prabowo ke Prancis merupakan tugas negara strategis.
  • Agenda kenegaraan di Prancis bertujuan memperkuat kerja sama bilateral di sektor pertahanan, investasi, teknologi, serta energi bagi Indonesia.
  • Kunjungan yang bertepatan dengan Idul Adha tersebut menunjukkan dedikasi Presiden Prabowo dalam mengutamakan kepentingan nasional di atas urusan pribadi.

Suara.com - Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Bahtra Banong, angkat bicara terkait kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Prancis yang bertepatan dengan momentum Idul Adha. 

Ia menegaskan agar agenda kenegaraan tersebut tidak dipelintir menjadi polemik politik, mengingat kunjungan itu merupakan bagian dari diplomasi strategis yang telah direncanakan sejak lama. 

"Ini bukan perjalanan pribadi Presiden, tetapi tugas negara. Agenda kenegaraan seperti ini disusun melalui komunikasi diplomatik antarnegara yang panjang dan terukur. Kebetulan waktunya bertepatan dengan Iduladha,” ujar Bahtra di Jakarta, Selasa (26/05/2026) malam. 

Bahtra, yang juga merupakan Juru Bicara Partai Gerindra, menjelaskan bahwa di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global, kehadiran Presiden Prabowo di kancah internasional sangat krusial. 

Kunjungan ini bertujuan memperkuat hubungan bilateral dengan Prancis di berbagai sektor vital seperti pertahanan, investasi, teknologi, energi, hingga industri strategis. 

Ia juga menyoroti kedekatan hubungan antara Presiden Prabowo dengan Presiden Emmanuel Macron. 

Sebagaimana diketahui, Prabowo sebelumnya sempat menjadi tamu kehormatan dalam peringatan Bastille Day tahun 2025, sebuah bentuk penghormatan diplomatik yang sangat spesial. 

“Yang harus dilihat publik adalah manfaat konkret untuk bangsa, mulai dari peluang investasi, penguatan ekonomi, transfer teknologi, hingga peningkatan posisi tawar Indonesia di tingkat global. Jangan agenda negara dipersempit menjadi framing simbolik yang bernuansa politis,” tegas Bahtra. 

Lebih lanjut, Bahtra menilai aktifnya Presiden Prabowo dalam forum internasional merupakan bukti bahwa kepemimpinan politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif berjalan dengan efektif. 

Baca Juga: Gagah! Sapi Kurban 'Kelas Berat' 1 Ton Milik Prabowo Tiba di Masjid Istiqlal

"Semakin aktif Presiden Prabowo diterima dalam forum internasional menunjukkan bahwa Indonesia semakin dihormati dan diperhitungkan dalam percaturan global,” paparnya. 

Terkait momentum hari raya, Bahtra menambahkan bahwa sebagai kepala negara, Presiden memiliki tanggung jawab yang berjalan 24 jam. 

Meskipun tentu ingin merayakan Iduladha bersama rakyat di tanah air, Presiden juga harus menghormati jadwal diplomatik yang telah disiapkan oleh pemerintah Prancis. 

Menurutnya, langkah Presiden ini justru menunjukkan dedikasi yang tinggi di mana kepentingan negara ditempatkan di atas kepentingan pribadi. 

"Kesediaan Presiden Prabowo keluar negeri di momen hari raya membuktikan bahwa kepentingan bangsa dan rakyat Indonesia berada di atas segala-galanya. Ini adalah bentuk pengabdian seorang kepala negara,” pungkasnya.

Load More