/
Selasa, 18 April 2023 | 14:49 WIB
Orang Tua Bima Yudho diklarifikasi karena mendapat ancaman. Tiga tokoh penting ini berikan dukungan membuat Gubernur Lampung Ketar ketir.(Foto: Istimewa)

SUARA GARUT - Polemik pasca dipolisikannya Bima Yudho Saputra, tiktoker pengkritik Lampung yang juga mahasiswa di Macquarie University Australia terus bergulir.

Tiga tokoh penting ini siap membela Bima Yudho dalam kasus kritikan jalan rusak di Lampung. Dukungan dari tiga tokoh tersebut dari netizen di Indonesia membuat Gubernur Lampung ketar ketir.

Dalam unggahan akun tiktoknya @awbimaxreborn Bima, mengklarifikasi tentang kebenaran bahwa keluarganya di Lampung mendapat intimidasi.

Bima menangis dan kecewa saat mendengar  kabar orang tuanya didatangi Gubernur Lampung dan memarahi  ayahnya  dan mengatakan bahwa orang tuanya tidak bisa mendidik anaknya. Demikian tampak unggahan video tiktoknya.

“Aparat penegak hukum mendatangi orang tua gue dan melakukan profiling data gue  sedetail mungkin, gila! Jangan ngadi-ngadi deh!,” ujar Bima dalam unggahannya selanjutnya.

Melihat polemic tentang kritik yang dipolisikan hingga intimidasi keluarga BIma, tak tanggung-tanggung tiga tokoh besar negeri ini angkat bicara dan siap membela Bima. Berikut adalah tokoh itu:

Taufik Basari, anggota DPR RI Dapil 1 Lampung  ini dengan tegas menanggapi soal pelaporan Bima Yudho Saputra ini. Dirinya bahkan meminta langsung kepada Kapolda Lampung agar tidak memproses laporan tersebut.

Dia bahkan setuju dengan pendapat  Bima, dirinya juga sering mendapat keluhan masyarakat mengenai buruknya jalanan di Lampung.

Selanjutnya ada pengacara kondang Hotman Paris yang siap membela Bima Yudho, Dalam laman instagramnya, Hotman siap menangani kasus Bima Yudho yang mendapat intimidasi.  Hotman juga meminta Bima agar jangan takut menghadapi masalah ini.

Baca Juga: 5 Tips Padu Padan Outfit Putih Agar Tak Monoton saat Bukber

Namun Bima menyatakan belum mau meminta bantuan Hotman Paris, lantaran dirinya merasa tidak bersalah.

Terakhir pembelaan terhadap Bima datang dari Menkopolhukam, Prof. Mahfud MD. Mahfud bahkan menyatakan bahwa kritikan Bima  adalah hal yang tidak menyalahi konstitusi.Setiap warga negara berhak menyampaikan aspirasi  dan tidak boleh dicederai dengan alasan apapun.

Mahfud MD akan melakukan tindakan cepat mendalami kasus ini termasuk turut campurnya aparat penegak hukum dalam kasus ini. Demikian disampaikan oleh Menkopolhukam tersebut. (*)

Editor: Farhan

Load More