SUARA GARUT - Penyakit jantung merupakan penyebab kematian terbesar di dunia karenanya penyakit berat ini sangat ditakuti, karena selain biaya pengobatannya pun relatif mahal, juga jadi salah satu penyakit paling mematikan.
Masih ingat kasus kematian Adjie Massaid? Ia dikabarkan meninggal saat bermain futsal. Serangan jantung juga merenggut banyak nyawa artis Indonesia, sebut saja misalnya Ashraf Sinclair, Mike Mohede.
Dokter spesialis jantung dr. Arief Wibowo, SpJp FIHA, mengingatkan, kematian Adjie Massaid itu akibat kematian jantung mendadak.
"Adjie Massaid itu akibat kematian jantung mendadak, kematian jantung mendadak itu berbeda dengan serangan jantung. Kematian jantung mendadak itu urusannya listrik, kalau listrik mati, shut down selesai. Kalau serangan jantung itu urusannya pembuluh darah, " ungkapnya, ditemui saat sosialisasi Asa Ren, di Hotel Santika Garut.
Dikatakannya, kalau kematian serangan jantung itu ada proses dramatis atau ada eskalasi yang ditandai nyeri dada, sesak, keluar keringat dingin dan lain sebagainya.
"Untuk penyakit serangan jantung banyak dialami usia muda loh! Pasien saya tuh 30 th, 32, 35 paling muda itu 28 tahun kang," ungkapnya.
Ditambahkannya, potensi penyakit jantung, kanker atau penyakit berat lainnya itu bisa dideteksi dengan tes genetik melalui tes DNA untuk menghindari berbagai penyakit sebagai upaya preventif.
"Jadi yang harus kita angkat itu adalah bagaimana kita bisa mempromosikan usaha preventif kesehatan," ujarnya
Disebutkannya, usaha preventif itu sendiri ada dua, yakni primary preventif atau primer dan ada sekunder. Bedanya kalau yang primary preventif itu mencegah supaya tidak terjadi penyakit. Sedangkan preventif sekunder, itu sudah terjadi penyakit tapi mencegah terjadinya komplikasi.
Baca Juga: Venna Melinda Ngaku Bersyukur Ditimpa Kasus KDRT: Aku Jadi Enggak Takut Apapun
Ia juga mengingatkan bahwa tidak semua olahraga itu baik untuk kaitannya dengan kesehatan.
"Setiap orang itu unik tidak bisa di generalisasi. Misalnya Arul baiknya olahraga renang, tapi belum tentu cocok untuk Sidqi, mungkin saja buat Sidqi baiknya bersepeda," katanya.
Katanya, waktu berolahraga pun optimalisasinya berbeda beda untuk setiap orang. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
Pilihan
-
Kabar Duka, Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia di RSPAD Pagi Ini
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
-
Iran Kibarkan Bendera Merah di Masjid Jamkaran Usai Kematian Khamenei, Simbol Janji Balas Dendam
Terkini
-
10 Negara dengan Harga BBM Termurah di Dunia: Iran Cuma Rp500 Perak, Pertamina Malah Naik
-
Trump Mulai Cawe-cawe Urusan Iran, Siapkan 3 Nama Calon Pemimpin Baru Pasca Khamenei Tewas
-
Inflasi Februari 0,68 Persen, Harga Ayam dan Cabai Jadi Biang Kerok Jelang Ramadan
-
Wow! Dokter Ini Pecahkan Rekor MURI: Suntik Filler Dagu Terbanyak dalam Sehari
-
Prabowo akan Pimpin Pemakaman Militer Try Sutrisno di TMP Kalibata, Mensesneg: Beliau Putra Terbaik
-
Ramadan di Makassar Diwarnai 'Perang' Senjata Mainan, Ini Perintah Wali Kota
-
Eskalasi Timur Tengah Memanas, Inggris Bersiap Evakuasi 94.000 Warganya
-
Viral Video Penganiayaan ART di Sunter Ternyata Kejadian 2023, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan
-
Harga minyak dunia melonjak setelah kapal diserang di dekat Selat Hormuz
-
Orang Dalam FIFA Blak-blakan Nasib Iran di Piala Dunia 2026