SUARA GARUT - Institusi TNI AU belakangan ini tengah menjadi sorotan publik, usai viral video anggota kesatuan itu terekam menendang seorang ibu pengendara motor dan anaknya di Jatiwarna, Bekasi, Senin (24/4/2023).
Berdasarkan penelusuran dan investigasi internal TNI, diketahui oknum TNI tersebut bernama Praka (ANG) anggota Detasemen Pertahanan Udara (Denhanud) 471 Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) TNI.
Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) adalah satuan pasukan elit yang dimiliki TNI AU. Sebelumnya nama pasukan ini terkenal dengan nama adalah Korps Pasukan Khas (Korphaskas).
Nama Korphakhas berubah menjadi Kopasgat melalui SK Panglima TNI No Kep 66/1/2022 tentang Pemberhentian dari dan pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan TNI (21/1/2022).
Kopasgat merupakan satuan tempur darat TNI AU yang menguasai tiga matra, udara, darat dan laut. Setiap Kopasgat harus memiliki kualifikasi setingkat para komando, agar dapat melaksanakan tugas secara profesional.
Dalam pembagian tugasnya, Kopasgat dibagi menjadi beberapa spesialisasi yaitu Pusdiklat, Satuan Bravo 90 (Anti Teror), Detasemen Matra, Detasemen Pertahanan Udara (Denhanud), Batalion Komando (Yonko), Resimen Bantuan Tempur.
Hasil investagasi internal TNI AU, oknum Praka ANG merupakan anggota dari Detasemen Arhanud 471 di mana tugasnya melaksanakan operasi pertahanan udara sebagai bagian sistem operasional pertahanan udara nasional dan juga operasi militer lainnya.
Detasemen Arhanud 471 Kopasgat sendiri bermarkas di Pangkalan Udara Halim Perdana Kusumah, Jakarta Timur.
Sebagai pasukan elit TNI AU, personil Kopasgat wajib memiliki kemampuan teknis dasar seperti kemampuan tempur, terjun, SAR dan antiteror.
Baca Juga: Man City Punya Kans Kudeta Arsenal, Pep Guardiola Justru Gugup
Atas kejadian yang mencoreng institusi tersebut, Danhanud 471 Kopasgat Letkol Pas Bagus Ajar Pamungkas langsung mengunjungi korban di Pondok Rangon, Bekasi, untuk permohonan maaf.
Namun demikian, masyarakat meminta tindakan tegas berupa sanksi hukum dan sanksi disiplin internal tetap harus dilakukan demi menjaga marwah institusi agar kejadian tersebut tidak terulang. (*)
Editor: Mustika Ati
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Prabowo-Gibran Kompak Pakai Beskap, Pimpin Kemeriahan Karnaval Kemerdekaan di Monas
-
Dari Bundaran HI, Warga Titip Harapan untuk Indonesia di HUT Ke-81 RI
-
KPK Tak Sanksi Etik Setya Budi Dias di Kasus Pemerasan Bupati Pemalang, Ini Alasannya
-
Lanud Seluruh Indonesia Bakal jadi Posko Gempa NTT, Hercules Siap Angkut Bantuan
-
Kisah BGS: Merdeka dari Balik Jeruji, Bawa 'Ilmu' Ternak Ayam dari Penjara untuk Mulai Hidup Baru
-
Diskon di Miniso Karawaci Khusus HUT RI ke-81 dari BRI, Ini Cara Klaimnya
-
Jemuran Bikin Resah, 27 Pakaian Dalam Warga Tuban Raib Dicuri
-
Bukan Sekadar Lomba, Pesta Rakyat Trindo Residence Jadi Modal Sosial Kekompakan Warga
-
Tagih Pesangon dan THR, Eks Karyawan PT Sritex Upacara Bendera di Depan Pabrik
-
Tawa dan Harapan di Balik Tembok Tinggi: Potret Kemeriahan HUT ke-81 RI di Lapas Salemba