SUARA GARUT - Preman bengis asal Garut memiliki rekam jejak yang kelam terkait aksi kekerasan yang membuat dirinya harus mendekam di dalam penjara sebanyak 8 kali.
Terakhir, rumah Dadang Buaya dilempar bom oleh orang tak dikenal yang hampir saja merenggut nyawa anak dan istrinya.
Nama Dadang Buaya mulai dikenal publik di Garut bahkan se Indonesia gara-gara menyerang Kantor Koramil Pameungpeuk dan Mapolsek Pameungpeuk Garut pada Tahun 2021 lalu.
Kemudian terakhir, Dadang Buaya menganiaya dua orang warga Pameungpeuk yaitu Opid dan Roni hingga kini dirinya kembali harus mendekam di balik jeruji besi.
Kisah 8 kali Dadang Buaya masuk penjara ini diungkapkan oleh Kapolres Garut, AKBP Rio Wahyu Anggoro saat melakukan konfrensi pers belum lama ini.
"Pengakuan Dadang Buaya dirinya sudah 8 kali ke luar masuk penjara," ujar Kapolres di Mapolres Garut.
Salah satu peristiwa yang banyak menyita perhatian saat Dadang Buaya menyerang kantor Koramil Pameungpeuk dan Polsek Pameungpeuk.
Lalu pernah juga menganiaya pelayan cafe dan terakhir menganiaya dua warga Pameungpeuk yaitu Roni dan Opid.
"Semuanya kasus penganiayaan dan pengeroyokan," ujar Kapolres.
Baca Juga: NCT DoJaeJung akan Tampil pada Acara Rakuten Girls Awards 2023 di Jepang
Kapolres mengungkapkan dirinya akan bertindak tegas terhadap siapapun yang berbuat premanisme di Garut.
"Saya akan tindak tegas dan terukur bagi siapa saja preman yang akan mengganggu tatanan kehidupan masyarakat Garut," ujarnya.
Selain melakukan tindakan tegas, Rio mengaku dirinya akan berupaya melakukan pendekatan dengan preman di Garut melalui para ulama.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Instaperfect Cushion untuk Kulit Apa? Ini Varian, Manfaat, dan Kelebihannya Menurut Review
-
7 Cara Membedakan Sepatu Ortuseight Asli dan KW agar Tidak Salah Beli
-
Negara Asia, Eropa Hingga Arab Berbondong-bondong Kirim Bantuan ke Venezuela, Ini Daftarnya
-
Menjaga Nostalgia, Merangkul Semua: Upaya Orutaku Club Agar Tetap Inklusif
-
Firdaus Oiwobo Sudah Diperiksa! Polisi Dalami Kasus Penghinaan Tiyo Ardianto ke Presiden Prabowo
-
Prabowo Pantau Kasus 3 Peserta SPPI Tewas saat Latsarmil, Pemerintah Siapkan Evaluasi
-
Geger Penemuan Granat Nanas Aktif di Rumah Purnawirawan TNI Blitar
-
AMD EPYC Bikin Server Gaming Makin Kencang, Shockbyte Pangkas Konsumsi Listrik 30 Persen
-
Bukan Dongeng Biasa: Sisi Gelap dan Brutal di Balik Keimutan Dongeng Kucing
-
Lian, Ombak, dan Luka yang Disembunyikan: Review Jujur Novel Ingatan Ikan-Ikan