SUARA GARUT - Keberadaan kemasan dalam sebuah _brand_ atau produk tentunya menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan, karena kemasan yang bagus biasanya akan banyak menarik minat dari konsumen.
Tentunya, kemasan yang berkualitas itu tidak hanya berlaku untuk pelaku industri saja, pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) pun kini harus berlomba-lomba membuat _packaging_ yang menarik, guna mendatangkan minat membeli daripada konsumen.
Hal tersebut nampaknya disadari betul oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut melalui Dinas Koperasi dan UKM (Diskop UKM) Kabupaten Garut, dengan menghadirkan layanan publik gratis bagi pelaku usaha yaitu _Garut Packaging House_ yang berlokasi di gedung lama Diskop UKM Garut atau tepatnya di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut.
Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Usaha Koperasi dan Usaha Mikro Diskop UKM Garut, Yadi Arriyadi, menyampaikan jika GPH ini lahir dari inovasi aksi perubahan diklat kepemimpinan dari Sekretaris Diskop UKM Garut, Erni Herdiani, yang sebelumnya menjabat sebagai Kabid Pengembangan Usaha Koperasi dan Usaha Mikro Diskop UKM Garut.
"Kemudian Garut Packaging House atau kita singkat dengan GPH itu merupakan layanan gratis yang dipersembahkan bagi pelaku usaha mikro di Kabupaten Garut, dengan tujuan untuk membantu meningkatkan daya saing produk usaha mikro, dari segi kemasan dan juga label pada kemasan, sehingga diharapkan dapat memberikan nilai tambah yang lebih, ketika nantinya masuk ke pasar akan mendapatkan perhatian dari konsumen untuk dibeli tentunya," ujar Yadi ketika diwawancara di GPH, Jum'at (28/04/2023).
Ia memaparkan ada beberapa benefit yang didapat oleh pelaku usaha ketika memanfaatkan layanan GPH, seperti mendapatkan pembuatan desain kemasan secara gratis, mendapatkan 20 _standing pouch full print_ ukuran 14x20 centimeter (cm) secara gratis, hingga 3 kali revisi untuk desain kemasan secara gratis.
Bagi pelaku usaha yang berminat mendapatkan layanan dari GPH ini, imbuh Yadi, bisa mendaftarkan diri melalui _link_ pendaftaran yang telah disediakan oleh pihaknya dan tercantum di _instagram_ resmi milik Diskop UKM Garut.
"Jadi pelaku usaha mikro bisa daftar dulu secara _online_, karena mohon maaf juga mungkin karena keterbatasan pelayanan dari kami, ada istilahnya semacam daftar tunggu atau _waiting list_, tapi jangan khawatir ketika Bapak Ibu pelaku usaha mikro ini udah mendaftar, operator kami ini teman-teman ini akan diverifikasi datanya," imbuhnya.
Ia memaparkan sebelum beranjak ke proses desain kemasan hingga pencetakan kemasan, para pelaku usaha yang mendaftarkan diri di layanan GPH ini, akan mendapatkan edukasi terlebih dahulu dari pihaknya, salah satunya terkait dengan hal-hal apa yang wajib ditampilkan dalam kemasan.
"Oh baik untuk persyaratan kami rasa tidak berat dan mungkin itu sangat mudah, tapi kami tentu memerlukan sesuatu yang menjamin bahwa yang datang ke sini itu adalah benar-benar pelaku usaha mikro, dan yang kami maksudkan itu adalah NIB atau nomor induk berusaha," paparnya.
Berdasarkan laporan dari operator GPH, lanjut Yadi, dalam satu bulan terakhir pihaknya melayani sekitar 20 pelaku usaha mikro untuk dibuatkan desain kemasan dan pencetakan kemasannya. Sehingga ia berharap, jika diasumsikan dalam 1 bulan ada 20 pelaku usaha yang dilayani, maka dalam 1 tahun pihaknya bisa melayani kurang lebih 240 pelaku usaha.
Guna memperluas layanan _packaging_ ini, Yadi mengatakan jika pihaknya berencana akan melakukan kegiatan semacam _design on the spot_, agar mampu menjangkau para pelaku usaha yang berada jauh dengan lokasi GPH ini.
"Jadi kami akan mendatangi desa-desa tertentu yang mungkin pelaku usahanya memiliki hambatan akses ke tempat GPH ini, biar nanti kami datang ke sana kumpul di suatu tempat, apakah di balai desa atau di tempat usahanya, beberapa orang kumpul, kita akan buatkan desain kemasan secara _free_ juga sama seperti itu," tandasnya.
Ia berharap adanya GPH ini bisa menjadi motivasi bagi pihaknya untuk memberikan pelayanan publik yang lebih berkualitas bagi pelaku usaha mikro, dan juga diharapkan manfaatnya bisa benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat khususnya pelaku usaha mikro.(*)
Berita Terkait
-
Kunjungan ke Objek Wisata Situ Bagendit Garut Meningkat, Fasilitas Umum Jadi Target Perbaikan
-
TPT Ambrol di Singajaya Garut Menimpa Sebuah Rumah, Seorang Warga Terluka Terkena Material Longsoran Tanah
-
Tiga Hari Pencarian, Tim Gabungan Berhasil Temuka Dua Jenazah Wisatawan yang Tergulung Ombak di Pantai Selatan Garut. Begini Kronologinya
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Babak Terakhir di Night City, CDPR Umumkan Tak Ada Lagi DLC untuk Cyberpunk 2077
-
Xiaomi Pad 8 Series: Tablet Android Pertama dengan PC-Level WPS Office untuk Kerja Profesional
-
Jalan Ninja Hindari Macet Cibadak: Catat Titik Masuk dan Aturan Main Tol Bocimi Seksi 3
-
Xiaomi Mijia 635L Resmi Rilis: Kulkas Pintar Bisa Dikontrol dari Smartphone
-
ANTHBOT Genie: Robot Pintar Pemotong Rumput dengan Teknologi AI dan GPS
-
Solusi Cepat Kartu ATM BRI Tertelan di Mesin ATM
-
Menteri HAM Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS, Minta Polisi Usut Tuntas
-
Belanja Sampai Tengah Malam Jelang Lebaran, Mal Ini Hadirkan Diskon Besar-besaran hingga 80%!
-
5 Rekomendasi HP Baterai 7.000 mAh Termurah 2026, Kuat 2 Hari Tanpa Charger
-
AHM Fasilitasi Ribuan Konsumen Setia Mudik ke Kampung Halaman dan Siagakan Ratusan Posko