SUARA GARUT - Nama AC Milan memang tak pernah luput dari kata raksasa Eropa meski benar bahwa saat ini mereka masih berada di level yang lebih rendah.
Milan dahulu merupakan tim yang amat ditakuti oleh seluruh kontestan Liga Champions Eropa sebelum memasuki Millenium baru skuad ini pernah meraih gelar juara Eropa sebanyak 5 kali.
Maka wajar bila kemudian AC Milan jadi pusat perhatian seluruh pesohor sepak bola ketika itu.
Namun saat meraih gelar juara di tahun 1994 Milan seolah kehilangan daya sampai beberapa tahun berjalan mereka masih terus kesulitan meraih title juara.
Beberapa cara dilakukan mulai dari mengganti pelatih sampai mendatangkan pemain yang dianggap bakal berkontribusi besar.
Sayangnya hasil yang didapat tidaklah sesuai rencana. Barulah pada musim 2002-2003 mereka kembali bisa menguasai Eropa dengan begitu gagah.
Kumpulan pemain berkelas hingga terdapatnya pelatih berkualitas membuat AC Milan digdaya ketika muncul di dalam turnamen tertinggi antar klub Eropa.
Persiapan AC Milan di musim 2002 2003 merasa bahwa gelar juara Eropa telah menjadi budaya klub Ac Milan terus melakukan perombakan.
Salah satu keberuntungan AC Milan ketika memulai musim 202-2003 adalah mereka sudah memiliki pelatih, Carlo Anceloti.
Baca Juga: Bak Pengecut, Virgoun Bukannya Selesaikan Masalah dengan Inara Rusli Tapi Malah Melarikan Diri
Pria yang kini menjadi pelatih Real Madrid itu didatangkan pada November 2001. Anceloti memang tidak memiliki trek positif dia bahkan tercatat sebagai pelatih yang dibuang Juventus.
Namun dengan dukungan manajemen AC Milan Anceloti menjelma menjadi sosok pelatih yang mulai akrab dengan gelar juara.
Bersama Carlo Anceloti dan dukungan manajemen club AC Milan saat itu melakukan pembelian yang bersejarah.
AC Milan musim 2002 2003 malah digadang-gadang sebagai salah satu Squad Dream Team rosonary setelah melewati kegagalan beberapa musim.
Sebelumnya presiden AC Milan Silvia Berluskoni memang meminta wakilnya Adriano Galiani untuk bergerak dalam perburuan pemain.
Tentu ingat ketika klub resmi mendatangkan jasa Alessandro Nesta dari Lazio ex Captain Elang ibu kota didatangkan sebagai pembelian termahal saat itu dengan nilai sebesar 31 juta Euro.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
Terkini
-
Daftar Harga OPPO Find X9 Ultra dan Find X9s, HP Flagship Kamera Hasselblad Terbaru
-
Gagah! Sapi Kurban 'Kelas Berat' 1 Ton Milik Prabowo Tiba di Masjid Istiqlal
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Lafadz Takbiran Idul Adha 2026 Lengkap Arab, Latin, dan Artinya, Bisa Dibaca Mulai Malam Ini
-
Siapa Prihatini Cs? Peneliti yang Diduga Tipu Pakar Dunia di Denmark Ternyata Bukan Dosen Lokal
-
Lengkap! Ini Daftar Hadiah Piala Dunia 2026, Disebut-sebut Terbesar Sepanjang Sejarah
-
Kejutan Besar di Java Jazz Festival 2026, Slank Tampil Lagi Setelah 17 Tahun
-
Ruben Onsu Dituduh Tak Beri Nafkah, Perjanjian Bayar Rp200 Juta per Bulan dengan Sarwendah Dibongkar
-
Skandal Riset Palsu Demi Travel Grant, UNY Benarkan Rivaldy dan Prihantini Adalah Alumni
-
Doa Malam Idul Adha yang Dianjurkan Dibaca, Amalan Mustajab agar Hajat dan Rezeki Dimudahkan