"AKBP Achiruddin Hasibuan kini dicopot dari jabatannya ia dinyatakan bersalah karena membiarkan hingga mendukung anaknya melakukan tindakan kriminal," disampaikan oleh Kapolda Sumut Irjen Panca Putra.
Achiruddin terbukti melanggar kode etik 13 pasal 13 huruf M peraturan kepolisian Nomor 7 Tahun 2022 tentang kode etik profesi dan Komisi kode etik Polri.
Dalam pasal itu berbunyi bahwa setiap pejabat Polri di dalam etika berkepribadian dilarang melakukan tindakan kekerasan, berlaku kasar dan tidak patut.
"Hal ini bentuk ketegasan Kapolda Sumut bahwa tidak mentolerir setiap perilaku dan tindakan oknum yang menciderai nama baik Polri," ucapnya.
Selain itu AKBP Achiruddin juga diberi sanksi penempatan khusus atau kasus di Propam Polda Sumatera Utara.
Meski hanya bergelaran AKBP rumah anggota Polda Sumatera Utara AKBP Achiruddin Hasibuan bak rumah Jendral hal itu diketahui saat Polda Sumatera Utara menyambangi rumahnya.
Setelah peristiwa itu viral, netizen menyoroti harta AKBP Achiruddin Hasibuan. Pasalnya pria tersebut kerap pamer harta di media sosial mulai dari kendaraan mewah hingga rumah mewah.
Rumah mewah milik Achiruddin memiliki halaman yang luas belum lagi pagar rumah tersebut ternyata dikendalikan oleh remote.
Garasi rumah itu pun terlihat luas bisa menampung 4 mobil sekaligus. Sekilas rumah milik polisi dengan jabatan AKBP itu bak rumah seorang Jenderal Polisi.
Baca Juga: Reino Barack Ogah Terjun ke Dunia Politik, Warganet Malah Ungkit Soal Masa Lalu
Padahal diketahui dari laporan harta kekayaan AKBP Achiruddin mengaku hanya memiliki harta 467 juta. Dengan rincian tanah dan bangunan tidak lebih dari 50 juta pun gaji polisi sekelas AKBP hanya sebesar Rp.3.093.900 dan tertinggi sebesar 5.084.300 per bulan.
Kemudian untuk Perwira Polisi berpangkat AKBP berada di level kelas jabatan 11 tunjangan kinerja per bulannya 5.183.000 sehingga pendapatan tertinggi AKBP akhiruddin Hasibuan hanya 10 juta per bulannya.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam