SUARA GARUT - Pengangkatan honorer menjadi ASN saat ini menjadi topik perbincangan publik tanah air.
Adanya tarik ulur terkait pengadaan ASN yang terkendala dengan anggaran, disebut-sebut sebagai alasan enggan mengajukan formasi.
Beberapa waktu lalu, Deputi Perancangan jabatan, perencanaan SDM dan Aparatur Aba Subagja, mengatakan soal Anggaran memang menjadi kendala daerah.
Pengadaan CPNS dan PPPK harus memperhatikan ketersedian anggaran dalam APBN atau APBD dengan prinsip Zero Growth.
Dilematisnya adalah, disi lain pemerintah berencana menghapus honorer sebelum 28 November 2023, akan tetapi untuk mengangkat honorer menjadi ASN ada yang mengalami keterbatasan anggaran.
Legislatif di Senayan, mulai dari anggota hingga Ketua DPR RI, mendorong pemerintah mengoptimalkan pengangkatan honorer.
Politisi PDI Perjuangan sekaligus Ketua DPR Ri Puan Maharani saat momen Hardiknas meminta agar pengangkatan guru honorer menjadi ASN PPPK dapat dioptimalkan.
Akan tetapi, tidak sedikit daerah yang mengeluh terkait ketersediaan anggaran untuk membayar gaji PPPK.
Salah satu honorer di Garut, Ma'mol Arif berkali-kali meminta agar pemerintah pusat bisa menjamin soal anggaran.
Baca Juga: Waspada! Konten Hoaks Bertebaran Jelang 2024, Tema Politik Mendominasi
"Pengangkatan Ribuan honorer, akan jadi masalah jika DAU tidak ditambah," kata Ma'mol Arif kepada garut.suara.com.
Sementara Legislatif dari Partai Gerindra Himmatul Aliyah menyebutkan agar pemerintah menjamin soal anggaran.
"Pemerintah harus memprioritaskan anggaran minimal 20 persen untuk pendidikan," kata Himatul Aliyah, Rabu, (3/05/2023).
Serupa seeprti Puan Maharani, Himatul Aliyah mendorong pemerintah untuk melakukan optimalisasi dalam pengangkatan honorer menajdi ASN PPPK tahun 2023. (*)
Berita Terkait
-
Usulan Kebutuhan CPNS dan PPPK Harus Memperhatikan Ketersedian Aggaran Dalam APBN Atau APBD, Kecuali Bidang Ini, Jika Honornya Tidak Ingin Jadi Korban
-
Gawat! Nasib Honorer Ini, Pemda Tidak Usulkan Kebutuhan ASN, KemenpanRB Sebut Pemberian Formasi Sudah di Tutup
-
Penuhi Perintah MenPANRB, BKN Sepakat Berikan Afirmasi Passing Grade dan Masa Kerja Pegawai Non ASN
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
Terkini
-
Teka-teki Pengganti Anwar Usman: Istana Kantongi Nama Calon Hakim MK, Siap Dilantik Pekan Ini!
-
Sinopsis Gift, Drama Olahraga Dibintangi Tsutsumi Shinichi dan Yamada Yuki
-
Prabowo Keliling ke Banyak Negara untuk Amankan Pasokan Minyak Indonesia
-
Konflik Iran-AS Mereda, Wall Street Terus Melejit
-
7 Rekomendasi Motor Listrik Bergaya Retro Mirip Vespa, Cocok bagi Penyuka Klasik
-
Apa Beda Anime The One Piece Netflix dengan Versi Orisinal? Ini 3 Poin Utamanya
-
Gaya Hidup Ramah Lingkungan Makin Tren, Jangan Salah Pilih Ban untuk Pecinta EV
-
26 Kode Redeem FF 9 April 2026, Intip Bocoran Bundle Solar Escape Terbaru Bulan Ini
-
Prabowo Klaim Ekonomi RI Masih Kuat di Tengah Perang, Ini Datanya
-
Harga Emas Galeri 24, Antam dan UBS Naik Dua Hari Beruntun!