SUARA GARUT - Ketua Satuan Siswa Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (SAPMA PP) Kabupaten Garut Heqi Irfani mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum SATPOL PP Kabupaten Garut kepada salah satu anggotanya.
Kasus ini terjadi pada malam menjelang idul fitri lalu, Jumat 21 April 2023 sekitar Pukul 23.00 WIB. Saat itu Satpol PP Kabupaten Garut melakukan tugasnya penertiban pedagang yang berjualan di sepanjang Jalan Ahmad Yani karena telah melebihi batas waktu yang telah di tentukan.
Akan tetapi pada saat itu Satpol PP yang seharusnya menegur pedagang yang melanggar ketentuan waktu berjualan, tetapi malah menegur pembeli dengan melakukan kontak fisik atau kekerasan kepada pembeli yang tidak tahu apa apa. Kebetulan korban adalah kader SAPMA Pemuda Pancasila Kab.Garut.
Dikatakan Heqi, menurut ketentuan Pasal 255 ayat (1) Undang-Undang Nomor 23Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah Satuan Polisi Pamong Praja dibentuk untuk menegakkan Perda dan perkada, menyelenggarakan ketertiban umum dan ketentraman, serta menyelenggarakan pelindungan masyarakat.
"Apa yang telah dilakukan oleh oknum anggota Satpol PP kab.Garut tersebut telah ke luar dari tugas dan fungsi yang semestinya. Oleh karena itu kami SAPMA PP Kab.Garut menuntut kepada Bapak Bupati Garut, Bapak Rudy Gunawan serta Kasat Pol PP dan DPRD Kab.garut agar bisa mengevalusi kinerja dari Satpol PP tersebut, serta memberikan sanksi terhadap oknum yang terlibat dalam kejadian tersebut agar memberikan efek jera dan tidak semena mena dalam menjalankan tugasnya, sehingga tidak terulang lagi kejadian seperti itu, " katanya, Rabu (3/05/2023).
Diharapkannya, Satpol PP Kab.Garut benar benar ikut serta dalam mengayomi dan melindungi masyarakat bukan menjadi musuh masyarakat.
Ketua Sapma Kabupaten Garut, Heqi mengungkapkan adanya tindak kekerasan yang dilakukan oknum anggota Satpol PP Garut terhadap anggota Sapma Garut pada malam jelang liebaran Iedul Fitri 21 April 2023 di lokasi Jualan para Pkl meminta ada tindakan atau evaluasi terhadap kinerja Satpol PP.(*)
Editor: Farhan
Berita Terkait
-
Begini Cara Bupati Mamuju Sulawesi Barat Sutinah Suhardi, Memajukan Pendidikan, Salah Satunya Menurunkan Angka Kemiskinan
-
Tragedi Paling Mengerikan di Leles Garut, Sekolah Dibakar Hingga Banyak Warga yang Tewas
-
Jelang Pemilu 2024, Partai Golkar Tugaskan Dico Ganinduto Bangun Komunikasi Politik di Jateng dan DIY
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
5 Mobil yang Nggak Bikin Orang Tua Tekor: Irit, Pajak Murah, Pas untuk Anak Muda dan Mahasiswa
-
Bahaya Sepatu Kekecilan bagi Kesehatan Kaki dan Tips Memilih Ukuran Tepat
-
Ini Dia Alasan Kenapa HJB Ke-544 Bogor Digelar di Desa Malasari
-
Ini Mahkotamu King! Pesepak Bola dan Selebriti Irlandia Desak Boikot Israel
-
Ukuran Tabung CNG 3 Kg Diprediksi Lebih Besar dan Berat dari LPG 12 Kg
-
BRILink Agen Tembus 1,18 Juta per Maret 2026, Jangkau Lebih dari 80% Desa di Indonesia
-
Wajah Baru Jakarta Menuju 5 Abad: Koridor Rasuna Said Jadi Pusat Diplomasi dan Budaya
-
Matthias Sindelar: Mozart Sepak Bola Austria yang Pernah Guncang Piala Dunia
-
Legenda Manchester United: Arsenal Tak Layak Main di Final Liga Champions
-
Wamen PANRB Tegaskan Era Digital Butuh Pemimpin Visioner, Bukan Sekadar Manajer