/
Jum'at, 05 Mei 2023 | 09:06 WIB
Ilustrasi. Jelang penentuan Kelulusan Siswa Sebaiknya Guru telah paham teknik Asesmen.(Foto: Tangkapan layar/sman9batam)

SUARA GARUT - Dalam praktiknya dilapangan guru tidak lagi harus dipusingkan dengan penyelenggaraan Ujian Sekolah (US), dalam menentukan kelulusan siswa.

Pasalnya, mengacu pada Permendikbud Nomor 43 Tahun 2019, penyelenggaraan ujian oleh Satuan Pendidikan dan Ujian Nasional dicabut, sehingga istilahnya digantikan dengan penilaian Sumatif akhir tahun.

Dikutif garut.suara.com dari halaman guru.kemdikbud.go.id, penilaian atau asesmen sumatif pada jenjang pendidikan dasar(Dikdas) dan menengah bertujuan untuk menilai pencapaian tujuan pembelajaran.

Atau Capaian Pembelajaran (CP) murid, sebagai dasar penentuan kenaikan kelas atau kelulusan dari satuan pendidikan.

Penilaian pencapaian hasil belajar murid dilakukan dengan membandingkan pencapaian hasil belajar murid dengan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran.

Sedangkan pada Kurikulum Merdeka, guru diharapkan lebih banyak mengutamakan asesmen formatif.

Asesmen formatif dilakukan untuk mendapatkan umpan balik dan mengetahui perkembangan murid.

Meski begitu, asesmen sumatif juga tetap digunakan untuk mengetahui ketercaoaian tujuan pembelajaran.

Nah pembaca garut.suara.com, setelah tujuan dirumuskan, giliran guru memilih atau mengembangkan intruen asesmen yang sesuai.

Baca Juga: Tak Main-main, Wayan Koster Akan Usir Langsung Turis Nakal Bikin Onar Di Bali

Perlu diingat ya bapak ibu, intrumen asesmen dapat dikembangkan berdasarkan teknik penilaian yang digunakan oleh guru.

Dengan begitu, bapak ibu dapat memilih salah satu intrumen yang sesuai dengan kondisi dan kultur di daerah setempat.

Berikut ini contoh teknik Instrumen yang dapat dipilih atau di adaptasi di dalam melakukan asesmen formatif atau Sumatif.

1. Observasi

Penilaianya dilakukan berkesinambungan, melalui pengamatan prilaku secara berkala.

Pelaksanaanya dapat dilakukan oleh guru dalam tugas atau aktivitas rutin harian siswa.

Load More