SUARA GARUT - Dalam praktiknya dilapangan guru tidak lagi harus dipusingkan dengan penyelenggaraan Ujian Sekolah (US), dalam menentukan kelulusan siswa.
Pasalnya, mengacu pada Permendikbud Nomor 43 Tahun 2019, penyelenggaraan ujian oleh Satuan Pendidikan dan Ujian Nasional dicabut, sehingga istilahnya digantikan dengan penilaian Sumatif akhir tahun.
Dikutif garut.suara.com dari halaman guru.kemdikbud.go.id, penilaian atau asesmen sumatif pada jenjang pendidikan dasar(Dikdas) dan menengah bertujuan untuk menilai pencapaian tujuan pembelajaran.
Atau Capaian Pembelajaran (CP) murid, sebagai dasar penentuan kenaikan kelas atau kelulusan dari satuan pendidikan.
Penilaian pencapaian hasil belajar murid dilakukan dengan membandingkan pencapaian hasil belajar murid dengan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran.
Sedangkan pada Kurikulum Merdeka, guru diharapkan lebih banyak mengutamakan asesmen formatif.
Asesmen formatif dilakukan untuk mendapatkan umpan balik dan mengetahui perkembangan murid.
Meski begitu, asesmen sumatif juga tetap digunakan untuk mengetahui ketercaoaian tujuan pembelajaran.
Nah pembaca garut.suara.com, setelah tujuan dirumuskan, giliran guru memilih atau mengembangkan intruen asesmen yang sesuai.
Baca Juga: Tak Main-main, Wayan Koster Akan Usir Langsung Turis Nakal Bikin Onar Di Bali
Perlu diingat ya bapak ibu, intrumen asesmen dapat dikembangkan berdasarkan teknik penilaian yang digunakan oleh guru.
Dengan begitu, bapak ibu dapat memilih salah satu intrumen yang sesuai dengan kondisi dan kultur di daerah setempat.
Berikut ini contoh teknik Instrumen yang dapat dipilih atau di adaptasi di dalam melakukan asesmen formatif atau Sumatif.
1. Observasi
Penilaianya dilakukan berkesinambungan, melalui pengamatan prilaku secara berkala.
Pelaksanaanya dapat dilakukan oleh guru dalam tugas atau aktivitas rutin harian siswa.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Gaya Lebih Menarik! 4 OOTD Athleisure ala Keonho CORTIS yang Patut Dilirik
-
Bocoran Tanggal Pre-Order GTA 6 Beredar, Saham Take-Two Langsung Melesat
-
Kepala BPKP Gemetar Lapor Korupsi di Lingkaran Presiden, Prabowo: Mau Orang Saya, Tidak Ada Urusan!
-
5 Kelebihan dan Kekurangan Honor X7d: Memori 512 GB, HP Midrange Terbaru di Indonesia
-
HP Flagship Sony Xperia 1 VIII Viral Pamer Kamera AI, Malah Jadi Bahan Meme
-
Keluar dari SM Entertainment, Ten NCT Resmi Luncurkan Label Baru 'illimnt'
-
8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
-
Siap Nikah, Cinta Brian Sebut Keputusan Kini Ada di Tangan Gisel: Kalau Dia Bilang Gas, Ya Gas
-
Keris yang Tak Mau Dibuang
-
Wali Kota Malang Geram Limbah Medis Kedaluwarsa Dibuang Sembarangan