Suara.com - Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bakal menindak tegas dengan melakukan deportasi turis nakal yang bertindak tak wajar di Pulau Dewata. Ia mengaku ke depan sedang mewacanakan menerapkan aturan sistem kuota bagi para turis asing yang datang ke Bali.
"Oh ya pada marah (dengan kelakuan turis nakal). Loh kok gini, yang baik-baik (turis asing) juga marah dia. Maka saya sudah bertindak tegas, kalau ada yang melanggar sudah deportasi saja langsung, nggak pakai cerita panjang," kata Koster ditemui di Hotel The Trans Resort Bali, Badung, Bali, Kamis (4/5/2023) malam.
Menurutnya, turis asing yang nakal tersebut telah melakukan perbuatan yang tak wajar cenderung membuat onar. Misalnya mengendarai motor tanpa helm hingga tak menghormati tempat suci.
"Naik sepeda motor, nggak pakai helm, melanggar lagi, terakhir membobol ATM. Kan ada juga itu kasus-kasus kayak gitu. Ini harus diselesaikan tidak secara parsial tapi harus komperhensif," tuturnya.
Ia mengungkapkan, para turis nakal tersebut kebanyakan berasal dari negara Rusia.
"Nah, sekarang ini ada fenomena baru, sejumlah wisatawan yang melakukan kenakalan, tidak tertib, paling banyak dari Rusia," tuturnya.
Setidaknya, kata dia, pihaknya sudah melakukan deportasi 101 turis nakal sejak Januari 2023 hingga Mei 2023 ini. Dari jumlah tersebut memang mayoritas dari Rusia.
Adapun untuk mengatasi masalah ini juga Koster telah melakukan berbagai langkah strategis dimana nantinya akan menerapkan kebijakan sistem kuota bagi para turis asing yang datang ke Bali.
"Tentu kita akan rundingan, dengan PHRI, dengan semua terkait, itu bagaimana mengaturnya. Kalau kuota kan ngantri orang. Yang akan datang tahun depan rebutan dari sekarang daftar. Kita ingin menerapkan sistem itu, tapi berapa jumlahnya nanti kita akan lihat kapasitas, kemudian daya kekuatan daya dukung kita di Bali," imbuhnya.
Baca Juga: Hadapi Turis Nakal di Bali, Legislator Manado: Pemerintah Daerah harus Bersikap Tegas
Berita Terkait
-
Ketemu Bang Brew, Dokter Wayan Ungkap Alasan Mengapa Rumahnya Tanpa Air PAM: 'Karena...'
-
Tegas! Gubernur Bali Wayan Koster Nyatakan Tak Ada Atlet Israel yang Ikut ANOC World Beach Games
-
Besok, Megawati Jadi Pembicara Utama Beri Pengarahan dalam Seminar Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun Era Baru
-
Gangster WNA Berpistol Teror Kabupaten Badung Bali
-
Akhirnya, Pelaku Penyebar Video Syur Gelang Tridatu Bali Diciduk Pihak Kepolisian, Ternyata Ini Motifnya
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
Terkini
-
Perpres Pelindungan Jaksa Dinilai Terlalu Longgar, Pakar Minta Batas Pelibatan TNI Dipertegas
-
Sangkulirang-Mangkalihat Dibidik Jadi Geopark Nasional, Bisakah Jaga Alam dan Warga?
-
Gempuran 4 Helikopter Water Bombing Berhasil Taklukkan Api di TPA Jatiwaringin
-
Istana Angkat Bicara soal Kasus yang Seret Nama Jampidsus Febrie Adriansyah
-
BEM FT UI Minta Pengusutan Korupsi Batu Bara PLTU Bebas Intervensi dan Transparan
-
Mendadak, Rachmat Gobel Meninggal Jumat Pagi, NasDem: Kemarin Sehat Walafiat Ikut Diskusi di DPR
-
BEM FTI Trisakti Minta Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU PLN Diusut hingga Aktor Intelektual
-
Dari Masjid Nabawi, Anies Berdoa agar Aib Pelaku Kejahatan Dibuka Allah
-
Etik Suryani Jalani Pemeriksaan Maraton, Tinggalkan Polresta Surakarta Jelang Pagi
-
OTT KPK di Sukoharjo, Bupati Etik Suryani Diduga Peras Perangkat Daerah