/
Jum'at, 05 Mei 2023 | 10:55 WIB
Seorang Muslim Sedang Beribadah. (Photo: pinterest.com)

SUARA GARUT - Ajaran Islam dibangun atas dasar pondasi akidah dan akhlak. Layaknya sebuah bangunan maka perlu adanya pondasi yang kuat untuk memperkokoh bangunan yang bernama Islam.

Salah satu akidah yang pokok adalah akidah tauhid. Yaitu suatu konsep teologi dalam Islam dalam meyakini keesaan Allah dalam segala sesuatu hal.

Istilah tauhid secara bahasa menurut  Syaikh Muhammad Al Utsaimin adalah bentuk mashdar dari wahhad, yaitu menjadikan sesuatu itu satu.

Sedangkan istilah tauhid menurut syariat adalah mengesakan Allah dengan sesuatu yang khusus baginya.

Tauhid dibagi menjadi tiga  bentuk, yaitu sebagai berikut:

1. Tauhid Rububiyah
Yaitu meyakini keesaan Allah dalam hal penciptaan dan kepemilikan dan pengurusannya.

Secara sederhana bahwa semua manusia wajib memiliki keyakinan bahwa segala sesuatu di sekitar kita adalah ciptaan Allah dan Allah lah. sebaik-baik penciptan.

Jadi manusia baik beriman Islam atau tidak seharusnya meyakini bahwa Tuhan yang menciptakan segala sesuatu adalah Allah. Sebagaimana firman Allah dalam QS. Ali Imran :189 ," Kepunyaan Allah lah kerajaan langit dan bumi"

2. Tauhid  Uluhiyah
Tauhid uluhiyah mengesakan Allah dalam segala peribadahan,bahwa yang berhak disembah dan diibadahi adalah Allah. Maka tauhid Uluhiyah juga disebut tauhid ibadah. Kata uluhiyah dinisbatkan kepada kata ilahi yaitu Allah.

Baca Juga: Dirlantas Polda Metro: Pelat Dinas Polri Yang Dipakai Koboi Jalanan Palsu

Istilah ibadah sendiri menurut Ibulnu Taimiyah adalah yang pertama dari kata at-taabud yang berarti ketundukan kepada Allah dengan melaksanakan perintah dan menjauhi larangan.

Yang kedua arti ibadah adalah al mutta 'abbd bih, yaitu apapun yang dicintai Allag dan diridhoinya,baik perkataan, perbuatan yang dzahir maupun batin.

Contohnya bentuk ibadah muslim yang dzahir adalah  sholat, sebagai bentuk ketundukan dan ketaatanya kepada Allah.

Maka orang yang melaksanakan sholat dengan ikhlas semata-mata mengharap ridhonya,dia tengah menegakkan tauhid uluhiyah.

3. Tauhid Asma Wa Sifat
Yaitu meyakini keesaan Allah dalam segala nama dan sifat yang dimiliki Allah  yang telah ditetapkan Allah bagi diriNya. 

Konsekwensi Tauhid Asma dan Sifat ini adalah pertama, menetapkan seluruh asma dan sifat bagi Allah,seperti nama-nama Asma Ul Husna dalam Alquran juga yang tersebut dalam Sunnah Rasulullah.

Load More