SUARA GARUT – Longsor di dua desa di Kecamatan Samarang mengancam belasan rumah dan merusak bangunan masjid beserta madrasah.
Dua desa yang diterjang longsor adalah Desa Parakan dan Desa Cisarua, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Peristiwa itu terjadi pada hari Sabtu (6/5/2023) saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur hampir semua wilayah Kabupaten Garut.
Komadan Koramil Samarang/Kodim 0611 Garut, Kapten Infantri Enjang Santana mengatakan, lokasi longsor berada di Desa Parakan namun imbasnya dirasakan oleh warga Cisarua.
"Bangunan masjid dan madrasah di Desa Cisarua mengalami kerusakan. Selain itu, jalan desa juga tertimbun longsoran tanah," ujar Danramil Samarang, Senin (8/5/2023).
Selain itu, menurut Danramil, ada 13 rumah yang terancam tergerus longsor di dua desa tersebut.
"Lima rumah berada di Desa Parakan dan delapan rumah berada di Desa Cisarua," ungkapnya.
Selain itu, ada juga jalan yang tertutup dan area pekuburan yang tergerus. Namun untuk longsor di pemakaman tidak menyebabkan jenazah yang sudah terkubur terbawa longsor.
Enjang membeberkan, kondisi tanah di dua desa tersebut masih rawan. Kemungkinan jika ada hujan lebat longsor susulan masih sangat mungkin terjadi.
Baca Juga: Bacalon DPD RI dari Bali Hendak Dikawal 800 Anggota Ormas Saat Daftar ke KPU, Tapi Batal
"Di atas masih ada retakan tanah. Jadi kalau ada hujan lebat kemungkinan longsor susulan akan terjadi lagi," ujarnya.
Menurutnya, kondisi ini perlu diantisipasi agar tidak menimbulkan korban jiwa.
Mengantisipasi longsor susulan tersebut, pihaknya mengevakuasi korban ke rumah sodaranya yang jauh dari lokasi longsor.
"Kita sudah evakuasi warga ke kampung sebelah yang jauh dari lokasi longsor untuk menghindari korban jiwa," pungkasnya.(*)
Berita Terkait
-
Jangan Coba-coba 'Open BO' di Garut Apalagi Jualan Miras Online, Satpol PP Sudah Miliki Tim Siber yang Siap Pantau
-
Setara PNS, Ternyata Segini Gaji Perangkat Desa Terbaru Sesuai Peraturan Bupati Garut Nomor 227, Yuk Intip Rinciannya
-
Aceng Aum: Orang yang Paling Tolol adalah Mereka yang Tidak Tahu Berterima Kasih kepada Guru
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Hujan Ringan Diprediksi Mengguyur Pekanbaru dan Padang Hari Ini
-
Review Film The Ribbon Hero: Dongeng Klasik Tezuka dalam Balutan Modernitas
-
Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dilakukan Menyeluruh
-
MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah Bukan Rp300 Triliun, Ini Pertimbangannya
-
Cushion ESQA Oksidasi atau Tidak? Cek Kelebihan dan Review Pengguna sebelum Membeli
-
Tanding di Berlin, Tim Indonesia Ramaikan Piala Dunia Basket Putri 2026
-
Siapa Saja Peraih ESG Award 2026? Intip Daftar Emiten dan Investor Paling Berdampak di RI
-
Dikurung sebab Berbahaya, Dicintai sebab Berbeda: Juliette dalam Shatter Me
-
Melebihi Target, 4.000 Orang Registrasi Festival Yacht Gratis di Benoa
-
Baru Debut Langsung Nyekor, Aksi Striker Timnas Garuda Bikin Juara Belanda Gigit Jari