SUARA GARUT - Fenomenal gugur massal bagi PPPK teknis 2022, semakin hangat diperbincangan di jagat maya.
Hal tersebut menjadi kencang di gunjingkan dunia maya, pasalnya jarang terjadi pelamar CASN yang nyaris gugur mencapai ribuan pelamar.
Namun, kali ini benar-benar terjadi pada honorer tenaga tenaga teknis, saat pengumuman hasil pra sanggah PPPK teknis 2022.
Tentu hasil itu, tidak sesuai dengan harapan yang diinginkan para pelamar saat ingin mewujudkan mimpinya menjadi ASN PPPK.
Banyaknya pelamar teknis yang gugur dalam seleksi CASN PPPK tersebut, menyisakan formasi kosong yang cukup signifikasn.
Akibatnya diberbagai kementerian atau lembaga, dan instansi daerah, kebutuhan besar terhadap ASN PPPK masih belum terpenuhi.
Fenomena banyaknya tenaga honorer yang gugur, dalam seleksi PPPK teknis ini, memicu Persatuan Tenaga Teknis Indonesia (PTTI), melayangkan protes.
Mereka terpaksa melayangkan protes guna merespon pengumuman BKN, yang menunjukan fenomena terjadinya gugur massal peserta secara nasional.
Salah satunya datang dari PTTI wilayah Bangka Belitung (Beltim), dikutif garut.suara.com dari halaman Belitung Ekspres, pada Senin, (8/05/2023), meminta pemerintah segera melakukan evaluasi.
Baca Juga: Yuk, Kenali Jenis-jenis KB atau Kontrasepsi untuk Mencegah Kehamilan!
Evaluasi yang mereka maksudkan adalah, secara menyeluruh terhadap proses seleksi kompetensi PPPK tenaga teknis 2022.
Dihimpun PTTI secara nasional, kegagalan mereka terkait tidak memenuhinya nilai ambang batas atau Passing Grade (PG).
PTTI Beltim mencontohkan dari 109 formasi, yang terisi didaerahnya sebanyak 37.
"Fenomena gugur massal PPPK teknis terjadi di wilayah Beltim, dari 109, yang terisi hanya 37 formasi," kata Andika kepada Beltim, seperti dikutif garut.suara.com.
Menyikapi itu, kata Andika pihaknya sudah meminta dukungan pimpinan daerah, sekaligus mendukung pergerakan PPTI sabang sampai meraoke.
Dukungan dimaksud Andika, agar pemerintah daerah meminta BKN dan menpanRB, melakukan penyesuaian jadwal seleksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan