SUARA GARUT - Husein Ali Rafsanjani, seorang guru ASN muda di lingkungan Pemkab Pangandaran lebih memilih mengundurkan diri dari jabatannya, karena merasa tidak nyaman dan mendapat tekanan.
Sebelumnya Husein Ali Rafsanjani mengunggah isi hatinya di media sosial (medsos), karena adanya dugaan pungutan liar (pungli) di lingkungan Pemkab Pangandaran.
Guru ASN muda itu, mengungkapkan kejadian yang menimpa dirinya melalui akun medsos miliknya, @Instagram @husein_ar, dan akun Tiktok@husein_ar.
Peristiwa itu kata husein, berawal saat dirinya menanyakan soal anggaran yang diminta instansi ketika mengikuti latihan dasar (latsar) CPNS 2020.
Dia mengaku bingung, dan keberatan terkait adanya penarikan anggaran yang menurutnya tidak jelas tujuanya.Husein menduga terjadi pungli.
Husein mengaku dirinya dimintai uang untuk kegiatan latsar CPNS di Bandung, tak sampai disitu, saat latsar berlangsung sebesar 350 ribu rupiah.
Dirinya merasa kesal karena ketidak jelasan tujuan penarikan anggaran bagi anggota yang tengah mengikuti latsar CPNS.
"Waktu latsar CPNS tahun 2020, usai mendapat tugas dengan detail anggaran yang sudah dibiayai negara, tiba-tiba diminta membayar untuk trasnport," kata Husein dikutip dari Liputan 6.com.
Jengkelnya kata husein, ikut atau tidak, hamil atau tidak, disuruh bayar trasnport, dan saat latsar tiba-tiba ditagih lagi uang sebesar 350 ribu rupiah.Imbuhnya.
Baca Juga: Kamis Besok, Dewas KPK Panggil Firli Bahuri Soal Dugaan Bocorkan Dokumen Penyelidikan Korupsi
Dari peristiwa tersebut, karena merasa terhimpit, dia berinisiatif melaporkan kejadianya melalui situs lapor.go.id.
Buntut dari laporan yang dilakukan dirinya, husein kemudian dipanggil BKPSDM Kabupaten Pangandaran.
Saat memenuhi panggilan BKPSDM, husein mengaku mendapat intimidasi dan tekanan, saat disidang oleh 12 orang selama enam jam.
Sebenarnya, kata husein dirinya telah memberikan alasan ke pihak BKPSDM, bahwa dirinya hanya bertanya soal anggaran latsar.
Saat ditanya alasan melapor, dia menjawab dirinya keberatan penarikan dana yang tidak jelas peruntukanya.
Menurut Husein sebenarnya anggarannnya ada, hanya saka digunakan untuk penanganan Covid.
Berita Terkait
-
Nasib Satpol PP Honorer Tidak Jelas, Mungkinkah Bisa Diangkat Menjadi PNS, Begini Kata UU ASN Nomor 5 Tahun 2014
-
Sebanyak 6,141 Guru Honorer Passing Grade Menunggu Formasi ASN PPPK, Begini Kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa
-
Susi Pudjiastuti Hubungi Bupati Pangandaran Usai Viral ASN Muda Ungkap Dugaan Pungli
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Coffee Fair Alfamart April 2026: Diskon Kopi Favorit Mulai Rp6 Ribuan, Beli 1 Gratis 1
-
Sudah Bayar Pajak, Motor Justru Hilang di Samsat Palembang, Ini 5 Fakta Mengejutkan
-
Ice Cream Fair Indomaret April 2026: Diskon Besar Hingga 50 Persen, Beli 4 Gratis 2
-
Berani Turunkan Pemain Muda, Hector Souto Buktikan Keputusan Federasi Tak Salah di Piala AFF Futsal
-
Temui Gubernur DKI, PB ORADO Perkuat Dukungan Turnamen Domino
-
Pusing Harga Pakan Naik? Peternak di Lombok Ini Sukses Tekan Biaya Hingga 70 Persen Lewat Maggot
-
Bank Sumsel Babel Permudah Akses Bandara, Tol, dan LRT di Palembang, Cukup Tap Tanpa Antre
-
Rahasia LG Jual 3,2 Juta WashTower, Fokus Konsumen hingga Bidik Pasar Indonesia
-
Persib Perketat Keamanan Jelang Lawan Bali United, Suporter Tamu Dilarang Hadir
-
Petaka di Parkiran Pasar: Nabi Tewas Digorok, Pelaku Dihabisi Massa, Polisi Diam