SUARA GARUT - Calon presiden dari koalisi perubahan Anies Baswedan mengkritik keras kebijakan Presiden Jokowi.
Kali ini sasaran kritik Anies adalah subsidi kendaraan listrik. Menurut Anies subsidi kendaraan listrik bukanlah solusi masalah lingkungan hidup.
Sebagai informasi Presiden Jokowi mengeluarkan kebijakan subsidi untuk kendaraan listrik.
Untuk pembelian sepeda motor listrik pemerintah memberikan subsidi sebesar 7 juta rupiah. Tahun ini kuota subsidi sebesar 200.000 unit.
Sementara untuk konversi ke motor listrik pemerintah juga memberikan subsidi sebesar 7 juta rupiah dengan kuota sebesar 50.000 unit.
Sedangkan untuk mobil listrik pemerintah memberikan insentif berupa pengurangan pajak pertambahan nilai sebesar 10 persen dan potongan PPn untuk bus listrik adalah 5 persen.
Anies mengatakan pemilik kendaraan listrik bukan dari kalangan yang perlu di subsidi.
Pemberian subsidi yang tidak tepat justru akan menambah kemacetan.
Karena pemilik kendaraan listrik tidak menggantikan kendaraan yang ada di garasinya.
Baca Juga: Rafael Leao Pulih, Pioli Yakin AC Milan Balikan Keadaan atas Inter di Leg Kedua
Anies mengungkapkan emisi karbon mobil listrik per kapita per Km lebih tinggi dari emisi karbon bus berbahan bakar minyak.
Menurut Anies seharusnya kendaraan umum lah yang harus diperbanyak, bukan kendaraan pribadi.
"Masalah lingkungan hidup, apalagi soal polusi udara bukanlah terletak di dalam subsidi untuk mobil listrik yang pemilik pemilik mobil listriknya adalah mereka-mereka yang tidak membutuhkan subsidi" kata Anies.
"Kalau kita hitung, emisi karbon mobil listrik per kapita per km sesungguhnya lebih tinggi daripada emisi karbon bis berbahan bakar minyak" lanjut Anies.
Anies pun menjelaskan alasan kenapa emisi karbon mobil listrik lebih tinggi dari pada bus BBM.
"Kenapa itu bisa terjadi, karena habis memuat orang banyak sementara mobil memuat orang ditambah lagi kendaraan pribadi berbasis listrik dia tidak akan menggantikan mobil yang ada di garasinya, dia akan menambah mobil di jalanan, menambah kemacetan" pungkas Anies. (*)
Editor: Farhan
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik S Dayang Resmi Jadi Kepala BGN!
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
Terkini
-
Puluhan Lansia di Prabumulih Dapat Layanan Kesehatan Gratis, Menjaga Tetap Sehat di Usia Senja
-
Nomor 7 Tetap Milik Ronaldo! Pemain Ini Warisi Nomor Mendiang Diogo Jota di Piala Dunia 2026
-
Mengapa Jakarta Masih Berpotensi Hujan Saat Musim Kemarau? BMKG Jelaskan Penyebabnya
-
Dasco: DPR Malam Ini Lembur Kerjakan UU P2SK, Akan Difinalisasi Besok
-
Javaco Hadir di Palembang, Pengrajin Lokal Jadi Fokus Lewat Program Suara Jagoan
-
Heboh Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG, Istana Turun Tangan Lakukan Audit Internal
-
Akhir Penantian 40 Hari, 443 Jemaah Haji Asal OKU Timur Kembali ke Pelukan Keluarga
-
Pendapatan Hampir Sesuai Target, Mengapa Ada Rp138 Miliar Dana Tersisa di APBD Pontianak?
-
Terungkap! Ini Catatan yang Membuat Dadan Hindayana Kehilangan Kursi Kepala BGN
-
Dasco Bongkar Alasan Nanik Layak Gantikan Dadan Hindayana di BGN