SUARA GARUT - Seorang ulama kharismatik kelahiran Sampang Madura yang hidupnya dibesarkan di kalangan pendidikan Agama, angkat bicara soal Kiai bicara politik.
Pernyataan KH.Syukron Ma'mun tersebut belakangan menjadi viral di media sosial tiktok.
Menurut KH.Syukron Ma'mun sebenarnya dalam alquran sangat jelas diatur tentang politik, yakni politik Islam.
"Alquran, mengatur cuman maaf bapak Polisi, Kiai bertahun-tahun diakali, tidak boleh berpolitik, tidak boleh bicara politik," kata KH.Syukron Ma'mun dikutip dari akun media sosial Tiktok.
Di Mesjid, di pengajian Kiai dilarang bicara politik kata KH.Syukron, akibatnya kata dia banyak politisi yang tidak bermoral.
"Saya minta mulai saat ini, mari para ulama, para Kiai, mulai bicara soal Politik, yakni politik AL-quran, politik sunah Rasululullah," katanya.
Yaitu, politik yang santun, sopan, bermoral, jangan politik seperti sekarang ini.
Yang terjadi saat ini, justru politik hoaxs, kebohongan, yang sangat meraja lela disana sini.
"Bohong sana-sini, Fitnah sana sini, menjatuhkan sana sini, justru ini sekarang yang dibicarakan politik Setan," kata KH.Syukron Ma'mun dikutip dari medsos Tiktok.
Baca Juga: Mahfud MD Tegaskan Bakal Kawal Kasus Johnny G Plate: Keliru Sedikit Saja Bisa Dituduh Politisasi
Alquran, kata KH.Syukron Ma'mun mengatur cara berpolitik, yang sesuai dengan sunnah Rasulullah.
"Dulu Kiai dilarang berpolitik itu oleh Belanda," katanya.
Belanda melarang Ulama atau Kiai untuk berpolitik agar bisa menjajah Indonesia secara terus menerus,imbuhnya.
"Kalau Ulama berbicara politik ya harus meninggalkan Indonesia," ujarnya.
Dianggapnya Politik itu seperti penyakit lepra, padahal politik itu indah, kalau dengan kejujuran.
"Jadi kalau ada yang melarang Kiai atau ulama berpolitik, berarti sisa sisa penjajah Belanda," tegasnya.
Syukron Ma'mun sebagai warga negara Indonesia yang cinta, Pancasila, UUD 45, dan Bhineka Tunggal Ika, akan menyumbangkan pikiranya kepada Bangsa dan Negara Indonesia.
"Saya ingin menyumbangkan pikiran terbaik saya, untuk bangsa, negara saya, supaya tidak terjadi pemerintah dengan kedzoliman, " pungkasnya. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Microsleep Sang Sopir Pikap Menghentikan Langkah Kecil Bocah Asal Malang Selamanya
-
Cegah Penuaan! 4 Serum Anti-Aging Korea Kunci Wajah Awet Muda dan Kenyal
-
Jargas Digenjot Demi Ketahanan Energi, Antara Manfaat Belum Merata dan Kesiapan yang jadi Tantangan
-
TVS Indonesia Edukasi Keselamatan Jalan Raya dengan Bagikan Ratusan Helm Anak
-
Siap-Siap War! The Script Bakal Konser di Indonesia Arena GBK Tahun 2027, Tiket Mulai Rp650 Ribuan
-
6 Cara Melakukan Teknik Slugging dengan Moisturizer, Ini Tips dan Manfaatnya
-
Saatnya Wujudkan Rumah dan Mobil Impian lewat BRI Consumer Expo 2026 Goes to Summarecon Bogor
-
Puan Buka Masa Sidang DPR 2026-2027, 463 Anggota Hadir dan Kuorum Terpenuhi
-
CEK FAKTA: Menguji Klaim Prabowo Soal MBG, Stunting 25 Persen dan Realita di Papua
-
Tangisan Balita Mengungkap Kematian Tragis Seorang Ayah di Jati Agung