SUARA GARUT - Makanan sisa yang masih bisa dikonsumsi tentu sayang untuk dibuang. Karena itu, memanaskannya kerap kali dilakukan sebagai cara untuk ‘mengembalikan’ cita rasa makanan.
Meski demikian, tidak semua jenis makanan bisa Anda panaskan begitu saja. Apabila makanan tersebut memiliki kandungan yang bereaksi negatif jika dipanaskan kembali, bukan tidak mungkin kesehatan Anda terganggu.
Selain itu, keracunan makanan juga dapat menjadi salah satu bahaya memanaskan makanan. Ini biasanya disebabkan oleh kontaminasi bakteri pada makanan Anda.
Bakteri seperti Campylobacter dapat bertahan selama beberapa jam di permukaan dapur dan berkontak dengan makanan Anda.
Oleh karena itu, pastikan untuk menyimpan dengan baik makanan sisa yang memang bisa dipanaskan.
Keracunan makanan juga dilatarbelakangi oleh kontaminasi bakteri akibat dari makanan yang tidak dipanaskan secara menyeluruh.
Faktanya, kebanyakan orang terbiasa memanaskan makanan hanya menggunakan microwave. Padahal, alat tersebut tidak dapat memanaskan makanan secara menyeluruh.
Biasanya ada beberapa bagian makanan yang masih dingin dan mengandung bakteri.
Kebiasaan menghangatkan makanan sisa memang sangatlah membantu. Selain menghemat waktu, Anda juga dapat menghemat biaya.
Baca Juga: Persebaya Bakal Serius Lakoni Uji Coba Lawan Bali United, Aji Santoso: Ini Bukan Fun Football
Namun, tidak semua jenis makanan dapat Anda hangatkan. Jenis-jenis makanan ini apabila dipanaskan dapat menjadi racun dan menyebabkan penyakit. Berikut 5 makanan yang tidak boleh dipanaskan kembali:
Bayam
Meski kaya akan berbagai vitamin dan mineral, ingatlah bahwa bayam juga mengandung nitrat. Jika Anda menghangatkan makanan sisa ini, maka nitrat tersebut akan berubah menjadi zat toksik dan melepaskan berbagai agen karsinogenik yang dapat menyebabkan terjadinya kanker. Selain itu, kandungan zat besi pada sayur bayam dapat teroksidasi jika dipanaskan sehingga dapat mengubahnya menjadi radikal bebas.
Nasi
Anda mungkin terkejut mendapati nasi termasuk sebagai makanan yang tidak boleh dipanaskan. Namun, nasi yang sudah menjadi makanan sisa memang tidak dianjurkan untuk dihangatkan kembali. Berdasarkan FSA, Anda dapat mengalami keracunan makanan akibat mengkonsumsi nasi yang dipanaskan. Hal ini disebabkan oleh bakteri Bacillus cereus pada nasi yang dapat memproduksi zat toksin (spora) ketika dipanaskan kembali.
Telur
Telur merupakan makanan yang kaya akan protein. Namun, Anda mengalami masalah serius jika mengonsumsi telur yang dihangatkan kembali. Pasalnya, kandungan nitrogen pada telur dapat teroksidasi. Oksidasi dari nitrogen akan menyebabkan munculnya kanker jika sering dikonsumsi dan dalam jumlah yang banyak.
Ayam
Daging ayam kerap kali dihangatkan berkali-kali. Padahal, kebiasaan ini dapat merusak komposisi protein di dalamnya. Akibatnya, jika makanan sisa yang telah dipanaskan ini dikonsumsi, sistem pencernaan Anda dapat terganggu.
Kentang
Kentang sangat mudah disimpan dan dipanaskan ketika akan dikonsumsi. Selain itu, kentang juga kaya akan vitamin B6, kalium, dan vitamin C, yang baik untuk tubuh Anda. Namun, jangan pernah memanaskan makanan ini berkali-kali. Sebab, hal tersebut dapat membuat kentang memproduksi bakteri Clostridium botulinum yang dapat menyebabkan keracunan makanan.
Dalam mengonsumsi makanan sisa, Anda perlu bijak. Pastikan untuk menyimpan makanan dengan benar, memanaskannya secara menyeluruh, dan tidak memanaskan jenis makanan yang tidak dianjurkan.
Dengan menjaga kebersihan dan keamanan makanan sisa, Anda dapat melindungi kesehatan Anda dan menghindari keracunan makanan yang tidak diinginkan.(*)
Editor:Farhan
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
Terkini
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta 2026, Denda Dihapus hingga 31 Agustus
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Review Sepatu Lari Carbon Plate Lokal: Worth It Nggak Buat Pelari Pemula, Cuma Lari 5 KM?
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
Liburan Berubah Jadi Duka, Bocah 7 Tahun Meninggal Usai Bermain di Waterpark Ketapang
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
ASN Depok Dilarang Live Medsos Selama Jam Kerja, Melanggar Bisa Kena Sanksi Disiplin