SUARA GARUT - Merasa sudah di bola pingpong sejumlah pejabat, Koordinator Wilayah Guru Lulus Passing Grade (GLPG) PPPK Lampung Selatan (Lamsel) Fulkan Graviri mengaku kecewa pada pemerintah.
Perjuanganya dalam membela guru lulus Passing Grade (PG) Lamsel untuk diusulkan seluruhnya kini menjadi abu-abu.
Fulkan Graviri dilansir garut.suara.com dari halaman JPNN, mengatakan nasib 727 guru lulus PG makin tidak jelas.
"Kami sudah bolak-balik bertemu pejabat daerah maupun pusat, namun tetap hasilnya tidak jelas, mumet," kata Fulkan Grafiri dari JPNN.
Hasil bertemu dengan disdik Lamsel 23 Mei 2023, ternyata mengecewakan, atau tidak sesuai harapan.
Rencana ke Jakarta untuk memertanyakan soal formasi PPPK dan anggaranya batal.
Batalnya rencana ke Jakarta tersebut, diduga tidak ada koordinasi antara organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dengan DPRD Lamsel.
Pihaknya kata Fulkan tidak mendapatkan informasi dari OPD terkait, yaitu, BPKAD, BKD, dan Pemkab Lamsel akan datang bersama-sama ke Jakarta.
"Batal ke Jakarta karena tidak adanya fasilitasi dari OPD terkait alias di-PHP," kata Fulkan dikutip dari JPNN.
Baca Juga: Opick Tak Menampik Rumah Tangganya Ada Masalah: tapi Semua Baik-Baik Saja
Disdik menurut Fulkan, meminta kami menunggu hasil Zoom meet, antara pemda dan Kemenkeu pada 25 Mei 2023.
Sayangnya, GLPG PPPK, hanya bisa mengikuti Zoom Meet selama 10 menit anatara BKAD dengan Kemenkeu.
"Kami baru bisa mendapatkan link zom meet, saat menggeruduk masuk kantor BPKAD sekitar pukul 10.30 Wib, sedangkan rapat sudah berlangsung sejak pukul 10.00 Wib, Kata Fulkan.
Sementara hasil akhir dari zom meet bersama Kemenkeu tersebut tidak kami dapatkan.
Nasib kami, malah makin tidak jelas atau abu-abu, apakah akan diusulkan seluruhnya, atau tetap mengacu pada kuota awal. (*)
Berita Terkait
-
5 Fakta Tragis Anak Pejabat Kemenhub Tewas Jatuh dari Lantai 8 Sekolah, Keluarga Curiga
-
Komisi X DPR RI Minta Pemerintah Beri Kepastian Guru Lulus PG P1, Anita Jacoba: Berikan Merdeka PPPK Bukan Merdeka Belajar di Hari Kemerdekaan
-
Anak Pejabat Kementerian Perhubungan Jatuh Dari Lantai 6 SMP Athirah Makassar
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
Terkini
-
Bolehkah Daging Kurban Dibagikan kepada Non Muslim? Ini Penjelasan Ulama yang Menyejukkan
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
-
Bacaan Dzikir di Hari Tasyrik yang Dianjurkan Rasulullah, Pahalanya Besar dan Sangat Dicintai Allah
-
Kasus 3 Ons Sabu Gegerkan Ketapang, Tiga Oknum Polisi Kini Diperiksa
-
Gilang Widya Pramana dan Shandy Purnamasari Tebar Kurban 17 Sapi, Satu Berbobot 1.280 Kg
-
Ubud-nya Bogor! 5 Rekomendasi Homestay di Desa Wisata Malasari Nanggung untuk Healing Maksimal
-
Empat Hari Hilang, Wanita di Muara Enim Ditemukan Tewas Terbakar di Tepi Sungai
-
6 Rekomendasi Sepatu Lokal 2026 yang Kualitasnya Geser Brand Luar Negeri
-
Ngobrol Santai saat Idul Adha Berujung Berdarah, Pria di Palembang Ditusuk Tiba-tiba