SUARA GARUT - Ketidak pastian pemerintah dalam menyelesaikan guru lulus Passing grade (PG), masuk prioritas satu (P1), sempat dirasakan para guru honorer.
Ketidakpastian itu berawal dari kekhawatiran guru PG P1, tidak dapat terakomodir dalam perekrutan PPPK tahun 2023.
Berkenaan dengan itu salah seorang anggota Komisi X DPR RI mendesak pemerintah segera menuntaskan permasalahan guru tersisa PG P1.
Hal itu disampaikan, saat digelar RDP Komisi X DPR RI bersama pemerintah, beberapa waktu lalu digedung Nusanatara II Senayan Jakarta.
Dalam membacakan nota kesimpulan hasil RDP, pimpinan Sidang Dede Yusuf meminta para peserta rapat untuk memberikan masukan atas kesimpulan yang dihasilkan dalam RDP.
Masukan tersebut salah satunya datang dari Anita Jacoba, legislator dapil Nusa Tenggara II.
Anita berharap pemerintah dapat memberikan kado terindah untuk guru khususnya PPPK yang telah lulus PG, namun belum mendapat kejelasan kapan mereka mendapatkan penempatan, dihari Kemerdekaan nanti.
Dia berharap pemerintah dapat menentukan waktu, kepastianya kapan, karena menurutnya periode pemerintahan sudah akan berakhir.
"Kita kan sebentar lagi mau merayakan hari kemerdekaan, berikanlah hadiah kemerdekaan itu untuk seluruh guru-guru P1 yang sudah lulus," ungkap Anita dalam RDP Komisi X DPR RI.
Baca Juga: Rapper AS Tyga Siap Ramaikan Panggung Atlas Beach Club
Jadi bukan merdeka belajar, tapi merdeka PPPK, imbuh politisi Demokrat Anita Jacoba.
Menanggapi hal ini, Deputi SDM Aparatur Kemenpan RB Alex deni mengatakan sebenarnya soal kepastian waktu sangat bisa.
Akan tetapi faktanya kata Alex saat dikasih kepastian waktu, formasinya malah belum diusulkan, lantas diperpanjang lagi.
"Faktanya sekarang ada 45 daerah yang tidak mengusulkan, apakah kita mau tinggal," ujar Alex Deni.
Jika kita mau time plane kata Alex bisa saja, dengan konsekwensi ada yang ditinggalkan karena daerah tidak mengusulkan.
Oleh sebab itu, hasil berembuk lintas kementerian, dan internal Kemenpan RB, sepakat untuk memberikan waktu lagi agar usulan formasi bisa maksimal sesuai kebutuhan.
Berita Terkait
-
Pemkot Bekasi Siapkan Kepwal TPP untuk Guru PPPK Jumlahnya Rp3 Juta, Tri Adhianto: Bukan Potongan
-
FGHNLPSI Melihat Ada Jebakan Batman di Balik Sistem Baru Seleksi ASN PPPK Yang Akan Diterapkan Menteri Nadim, Mengapa Ya?
-
Pengangkatan Guru PPPK 2023 Terbentur Anggaran, Komisi X DPR RI Dibuat Meradang, Sebabnya Ini
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Karantina Sulsel Kawal Lalu Lintas Ternak dari Garongkong Jelang Iduladha
-
Industri Asuransi Jiwa Syariah Tumbuh Double Digit, Prudential Syariah Kempit Pangsa Pasar 22 Persen
-
Tumbi Jatuh Cinta
-
Menteri UMKM Bersama PNM Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat Pulau Rinca
-
1 Mei Tak Cuma Hari Buruh, Tanggal Ini Juga Jadi Momen Bersejarah bagi Papua
-
Musikal Sayap Cinta Habibie & Ainun Hadir di TIM, Maudy Koesnaedi Siap Tampil dan Bernyanyi
-
Tak Terluka, Korban KRL Bekasi Meninggal Diduga Syok di Ambulans: Ini Kesaksian Sang Anak
-
Sah Jadi Komisaris Bank BJB, Isi Garasi Otomotif Susi Pudjiastuti Cukup Nyentrik
-
Zahwa Massaid Sekarang Tinggal di Mana? Mesra Kondangan Bareng Jefri Nichol
-
Mau Beli EV Bekas? Jangan Sampai Battery Health-nya di Bawah Angka Ini