SUARA GARUT - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno menyatakan bahwa pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) adalah sektor penting penyumbang devisa negara.
Sektor parekraf telah meninggalkan tahun 2022 dengan kebangkitan yang kuat.
Sektor parekraf menduduki posisi kedua setelah minyak dan gas yang menyumbang devisa negara.
Untuk itu diperlukan sebuah strategi kolaboratif lintas sektoral yang sinergis untuk terus tumbuh dengan target 4,4 juta lapangan pekerjaan.
Hal tersebut diungkapkan oleh Sandiaga Uno dalam acara bertajuk Hoteltalk, Bisnis vs Kreatif yang digelar di El Royal Hotel Bandung, Sabtu, 27 Mei 2023.
Acara dihadiri oleh pelaku wisata, hotelier, akademisi, media, dan komunitas kreatif.
Dalam paparannya Sandi menawarkan strategi menumbuhkan sektor pariwisata dan ekonmoi kreatif dengan konsep 3G (gercep, geber, dan gaspol).
Gercep adalah gerak cepat,bahwa kita harus secepatnya mengambil peluang potensi yang ada,kalo tidak kita akan kehilangan momontum sukses.
Geber, yaitu gerak bersama artinya menjalankan potensi bisnis wisata dan kreatif dengan strategi kolaboratif, yang melibatkan pentahelix (akademisi, bisnis owner, community, government, dan media)
Baca Juga: Tak Hanya Menyenangkan, Ini 4 Manfaat Liburan bagi Kesehatan Mental
Gaspol (garap semua potensi online) yaitu aluran teknologi berbasis online harus dimanfaatkan optimal untuk mempercepat pertumbuhan bisnis pariwisata dan ekonomi kreatif.
Dalam kesempatan yang sama, Sandiaga juga menyatakan bahwa potensi sektor ekonomi kreatif Indonesia menduduki urutan ketiga di dunia setelah Amerika dan Korea.
Sandi berharap dari Kota Bandung pertumbuhan ekonomi terus bangkit.
"Bandung sejak dulu terkenal dengan kreatifitasnya yang tinggi,ini menjadi modal untuk menggali dan menggerakan sektor ini lebih cepat," ucapnya.
"Potensi industri kreatif di Bandung harus digarap serius dengan pendekatan 3G, gercep, geber, dan gaspol tadi," pungkas Sandi. (*)
Editor: Firman
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
3 Rekomendasi Sepatu Gumi Paling Worth It untuk Lari, Produk Lokal Harga Bersahabat
-
Songsong Indonesia Emas 2045, Wamendagri Ajak Mahasiswa Bangun Karakter & Kompetensi Kepemimpinan
-
IHSG Diproyeksi Menguat Hari Ini di Tengah Pertumbuhan Pesat Investor Saham
-
Kisah Sitti Fatimah Dorong Anaknya ke Laut Saat KMP Mutiara Sentosa Terbakar
-
Tips Memilih Smartwatch GPS untuk Trail Running, Ini 4 Rekomendasi Terbaiknya
-
Acer Day 2026 Bawa Swift Air 14 AI, Laptop AI Tipis dengan Performa Intel Core Ultra
-
Eternal Sunshine of the Spotless Mind: Saat Kenangan Tak Bisa Sepenuhnya Hilang
-
7 Cara Membersihkan Sunscreen Waterproof agar Tidak Menyumbat Pori
-
Mata Langit Satelit Lampung-1: Ambisi Gubernur Mirza Bawa Lampung ke Era Angkasa Tanpa APBD
-
Skenario Lolos Timnas Indonesia: Tak Ada Pilihan Selain Menang atas Singapura