SUARA GARUT - Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Prof Nunuk Suryani sempat membahas wacana penghapusan periode masa perjanjian kerja PPPK, saat rapat di Komisi X DPR RI beberapa waktu lalu.
Tentu saja reaksi publik hingga jagat maya menjadi heboh, dikira sudah menjadi keputusan atau kebijakan Kemendikbudristek soal adanya wacana penghapusan periode masa kerja PPPK.
Akan tetapi, wacana Dirjen GTK terkait penghapusan periode masa perjanjian kerja PPPK, memang harus disambut dengan aksi nyata, bukan bualan diplomasi apalagi sekedar menghangatkan jagat maya.
Penghapusan masa periode perjanjian kerja setidaknya akan menjadi penebus hati, saat masa kerja honorer yang sudah puluhan tahun mengabdi tidak diakui ketika diangkat ASN PPPK.
Jika keinginan Prof Nunuk Suryani memang serius menghapus masa periode perjanjina kerja, maka yang peling krusial adalah mengubah atau merevisi PP Nomor 49 Tahun 2018.
Mengubah PP tentang manajeman PPPK tersebut dinilai banyak kalangan memungkinkan, baik didorong oleh kalangan akademisi, atau dorongan keinginan politik.
Salah soorang ASN yang enggan disebutkan namanya mengatakan, ada dua hal yang paling krusial selain dihapuskan masa periode perjanjian kerja, juga adanya jaminan pensiun.
Keinginan Dirjen GTK terkait hal tersebut perlu didorong dengan langkah nyata, baik gerakan moril, maupun gerakan di legislator. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Cara Menyimpan Daging Kurban Agar Tidak Cepat Busuk dan Bebas Bau Tak Sedap
-
5 Sepatu Puma Lifestyle Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
-
Timnas Indonesia Lawan Oman dan Mozambik di GBK Untuk Dongkrak Ranking FIFA Juni 2026
-
Anggaran BOSDa DIY 2026 Dipangkas Rp9 Miliar, Sekolah Kecil Terancam Tak Mampu Beroperasi
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Seraut Kenangan dalam Secangkir Kopi di Kedai Tempo Doeloe Kalisat Jember
-
Alibi Ashari Cabuli Santriwati: Sebut Korban Penuh Dengki dan Harus Diobati dengan Tidur Bareng
-
Lebih Ganas dari PMK! Ancaman Penyakit BEF Hantui Sapi Kurban di Bekasi: Telat Sehari Bisa Mati
-
Investigasi Kemenhub Ungkap Bus ALS Tak Miliki Izin Operasi
-
Spesifikasi POCO C81 Pro: HP Murah Sejutaan Layar Luas dengan Penyimpanan UFS 2.2