SUARA GARUT - Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Demokrat Anita Jakoba marah, karena gaji guru PPPK macet.
Akibatnya beberapa guru PPPK mengeluh karena gaji mereka belum dibayarkan meski sudah dinagkat ASN PPPK.
Demikian disampaikan Anita Jacoba dihadapan peserta Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi X DPR RI beberapa waktu yang lalu.
"Dimana itu uang untuk anggran gaji PPPK, bagaimana pengawasanya," kata politisi Demokrat dapil NTT II dipantau melalui akun YouTube Komisi X DPR RI.
Anita mengatakan jangan dibiarkan pemerintah daerah berkeliaran dengan dana DAU untuk pembayaran gaji PPPK.
Anita dalam pandanganya mempertanyakan program satu juta guru yang baru terealisasi sekitar limaratus ribuan, itupun kata dia masih banyak menuai masalah.
"Banyak Bupati, Walikota, dan Gubernur yang tidak menggunakan dana PPPK dengan baik," kata Anita dikutip dari tayangan YouTube RDP Komisi X DPR RI.
Tidak cukup sampai disitu, Legislator NTT Dapil NTT II itu menuding dana DAU PPPK banyak diselewengkan daerah.
Kondisi tersebut menurut Drs. H.Pasaribu, M.Pd, seperti dikutip garut.suara.com dari YouTube HPasaribu chanel, terjadi karena carut marut pembiayaan PPPK didaerah.
Baca Juga: Menteri Bahlil Usulkan Golden Visa 5-10 Tahun untuk Investor Tinggal di Indonesia
Dia mencontohkan guru lulusan Passing grade atau P1 di Nusa Tenggara Timur atau di seluruh Indonesia, tidak diangkat karena persoalan Dana Alokasi Umum (DAU).
"Saya ingin bertanya soal banyaknya guru P1 atau yang lulus Passing Grade sampai saat ini tidak diagkat karena persoalan Dana DAU," ungkap Anita dari YouTube Komisi X DPR RI.
Dana DAU tersebut kata Anita menjadi tanggung jawab Kemenkeu RI, sayangnya kata dia Menteri Keuangan tidak hadir di Komisi X DPR RI karena dilarang Komisi XI.
"Seharusnya Kemenkeu hadir hari ini untuk menjelaskan kepada Komisi X tentang dana DAU yang di trasfer ke daerah untuk gaji PPPK," katanya.
Sampai sekarang kata Anita banyak guru P1 atau lulus Passing Grade yang belum diangkat karena pemerintah daerah mengatakan ketidakjelasan dana DAU.
"Dana DAU dikatakan sudah di trasnfer, tetapi kenyataanya pemerintah daerah menggunakanya untuk kepentingan lain," kata Anita.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- Siapa Syekh Ahmad Al Misry? Dikaitkan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Sesama Jenis 'SAM'
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Presiden Prabowo Subianto: Semua Kekayaan Alam Indonesia Milik Negara, Bukan Pengusaha
-
Driver Ojol Modifikasi Motor Pakai Gas Elpiji 3 Kg, Sekali Isi Diklaim Bisa Tempuh 260 KM
-
Mudik Makin Praktis, BRImo Hadirkan Solusi Perjalanan Lengkap dalam Satu Genggaman
-
7 Parfum Mirip Chanel Coco Mademoiselle Versi Murah tapi Wanginya Mewah
-
Apakah Bisa Titip Motor di Polsek Saat Mudik Lebaran? Simak Syarat dan Lokasinya
-
3 Pemain dengan Caps Terbanyak di Timnas Indonesia yang Dipanggil John Herdman
-
4 Langkah Pertolongan Pertama Jika Kena Air Keras, Antisipasi dari Kasus Andrie Yunus
-
7 Drama Park Jin Young yang Wajib Ditonton, Still Shining Jadi yang Terbaru
-
Kisah Pengusaha Genteng Majalengka, Omzet Naik Didukung Modal dari BRI
-
Peringati 1 Tahun Danantara, Pupuk Indonesia Group Salurkan Paket Perlengkapan Sekolah