SUARA GARAUT - Guru ASN PPPK di Kabupaten Garut dikagetkan dengan adanya kabar pemberian Jaminan Hari Tua (JHT) dari PT.Taspen.
Guru PPPK tersebut menyebutnya sebagai pesangon, jika seorang ASN PPPK memasuki batas Usia Pensiun (BUP).
Kabar itu, beredar dalam chatingan group WhatsApp (GWA) guru ASN PPPK Kecamatan Malangbong.
"PPPK itu jaminan hari tua na, pesangon, kmearin ANgkatan 2019 yang masa kerjanya sampai dua tahun mendapat 36 juta dari Taspen," dikutip dari chatingan dari GWA guru PPPK.
Sedangkan yang masa kerjanya hanya mencapai satu tahun, mereka hanya mendapatkan pembayarn sebesar 24 juta rupiah, chatingan berikutnya.
Akan tetapi, salah satu pengurus Perhimpunan Guru PPPK (PGPPPK) Kabupaten Garut Acep Iim menampik kabar tersebut.
Menurutnya, hingga saat ini baru satu orang yang sudah diajukan ke PT.Taspen, sisanya kata dia masih menunggu SK Penetapan Pensiun dari BKD.
"Garut baru satu yang masuk ke Taspen, yang lain belum menerima SK Pemberhentian dari BKD," kata Acep.
Acep menjelaskan guru tersebut berasal dari Kecamatan Tarogong Kidul dengan masa kerja 1 tahun tiga bulan.
Baca Juga: Berlibur Travelling dan Staycation Hemat dengan Budget yang Pas
Meski begitu kata dia, sejauh ini belum ada kejelasan jumlah Nominal dari PT Taspen tersebut, atau dari pihak manapun.
Jadi Acep memastikan kabar yang beredar di Group WhatsApp tersebut tidak benar, atau salah.
Namun hingga saat ini, dirinya bersama pengurus PGPPPK tengah berupaya menyelesaikan berkas administrasi untuk keperluan ke Taspen. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Hasil BRI Super League: Kalahkan Dewa United, Persis Solo Jaga Asa untuk Bertahan
-
Buktikan Kualitas, Skuad Muda Kendal Tornado FC Borong Penghargaan di EPA Championship
-
Panik Anabul Sering Pilih-Pilih Pet Food? Ternyata Ini 5 Alasannya
-
Efek 'Semua Akan Baik-Baik Saja': Film Baim Wong Ini Sukses Bikin Penonton Minta Maaf ke Orangtua
-
Warga Jakarta Catat! CFD Rasuna Said Rehat Sejenak, Bakal Comeback Lebih Kece di Juni 2026
-
Niat Puasa Dzulhijjah 10 Hari Pertama 2026, Bacaan Arab dan Latin Lengkap
-
Rekam Jejak Kevin Gusnadi, Politisi yang Dekat dengan Ayu Ting Ting Bukan Orang Sembarangan
-
Kejutan di Cannes Film Festival 2026: John Travolta Menangis Raih Palme d'Or
-
7 Cara Efektif Meningkatkan Kecepatan WiFi di Rumah, Tanpa Biaya Mahal
-
Tito Karnavian Dampingi Prabowo Luncurkan Operasional 1.061 KDKMP di Jawa Timur