SUARA GARUT - Bupati Garut, Rudy Gunawan menerima kunjungan kerja Direktur Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia yang dilaksanakan di Ruang Pamengkang, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Rabu (31/5/2023).
Dalam pertemuan itu, Rudy Gunawan sempat menyentil soal 70 ribu warga Garut yang belum terlayani KTP elektronik.
Rudy menerangkan, selaku politisi yang saat ini tengah menjabat di periode kedua, administrasi kependudukan masyarakat sangat diperlukan khususnya saat menjelang masa pemilu.
Menurutnya, jika pelayanan kependudukan bagus, maka kepercayaan masyarakat untuk memilih kembali akan jauh lebih tinggi.
Selain itu, imbuhnya, administrasi kependudukan berguna terhadap hal yang menyangkut infrastruktur yang dirasakan, serta berbagai hal kemudahan untuk pendidikan dan kesehatan, termasuk masalah sertifikat.
"Berdasarkan survei, bahwa pelayanan dukcapil itu adalah pelayanan yang harus dipenuhi oleh setiap kepala daerah yang ingin dipilih kembali," ucap Bupati Garut.
Bupati Garut menuturkan, di tahun ini pemerintah daerah telah membelanjakan anggaran sekitar 12 miliar untuk membeli alat pencetak KTP Elektronik/ KTP El.
Dengan adanya alat ini merupakan inovasi dari Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Garut saat dilantik, agar masyarakat Garut tidak perlu lagi mengantre ke Kantor Disdukcapil Kabupaten Garut untuk pembuatan KTP Elektronik, dan pencetakan dapat dilakukan di kantor kecamatan masing-masing.
"Kesulitan kami adalah blangko pak, blangko ini karena blangko misalnya di Kecamatan Cihurip atau di Kecamatan Pakenjeng yang ada di daerah selatan, bilamana tidak ada blangko, sedangkan mereka membutuhkan untuk bisa digunakan dalam waktu cepat maka mereka pergi ke Garut ke Kantor Disdukcapil," katanya.
Baca Juga: Timnas Bulu Tangkis Indonesia Bertekad Ulangi Prestasi Positif di Singapore Open
Tak hanya itu, Rudy juga menyampaikan bahwa Disdukcapil Kabupaten Garut juga memiliki pelayanan untuk menunjang pencetakan dokumen administrasi kependudukan bagi masyarakat yang berada di wilayah pelosok, melalui program Pelayanan Adminduk Jemput Ka Rorompok (PAJERO), dengan fasilitas kendaraan motor roda dua berikut kelengkapannya.
"Ada 5 (motornya) jadi kemana pun dia bawa semua peralatan ya, diproses ditempat itu," ucapnya.
Rudy menerangkan, terdapat sekira 70 ribu masyarakat Kabupaten Garut yang ingin membuat KTP Elektronik, 50 ribu orang di antaranya adalah mereka yang sudah memasuki usia 17 tahun.
"Nah ini juga kita harus mempersiapkan 70ribu, kalau Pak Kadis kemarin mengatakan mintanya 90 ribu pak untuk jaga-jaga," katanya di hadapan Direktur Jenderal Dukcapil RI, Teguh Setyabudi.
Direktur Jenderal Dukcapil RI, Teguh Setyabudi sendiri mengatakan, salah satu tugas dan peranan dari Dirjendukcapil RI beserta Dinas Dukcapil Provinsi dan Kabupaten/Kota adalah memberikan pelayanan yang sangat mendasar, khususnya yaitu pelayanan administrasi kependudukan terkait berbagai dokumen kependudukan sipil, agar bisa terlayani dengan sebaik-baiknya, apalagi menjelang tahun politik, pemilu serentak, pilkada serentak tahun 2024, memastikan masalah perekaman KTP el nantinya bisa sesuai target.
"Dan diharapkan juga, sehingga nanti semua bahkan potensi-potensi pemilih yang akan masuk di dalam pemilu dan Pilkada nanti bisa terekam," ucapnya.
Ia berharap, dengan adanya kunjungan ini, pihaknya dapat mengetahui hambatan apa saja yang ada di Kabupaten Garut mengenai administrasi kependudukan. Selain itu, ia juga berharap agar masyarakat bisa mendapatkan dokumen kependudukan baik itu KTP, akta lahir, maupun kartu identitas anak dengan mudah.
"Tapi bukan hanya akta lahir dan kartu Identitas anak pak, kita harapkannya juga begitu anak lahir nanti langsung dapat KK yang baru, karena tambah anak otomatis KKnya baru, syukur-syukur dengan inovasi yang dilakukan oleh Dinas Dukcapil bekerja sama dengan BPJS, nanti anak langsung dapat kartu BPJS," tandasnya.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Hanya Mengaku Mencubit, ASN BPK Tersangka Penganiaya ART Tak Berkutik Saat Ditahan Polres Bogor
-
OJK Ungkap Kejahatan di BPR Panca Dana: Kredit Fiktif dan Pencairan Deposito Nasabah
-
Momen Bukber Langka di Rutan Serang, Ratusan Tahanan Nikmati Waktu Bersama Keluarga Tercinta
-
7 Masjid di Lampung yang Menyediakan Takjil & Buka Puasa Gratis Setiap Hari Selama Ramadan
-
Polda Banten Luruskan Status Tukang Ojek di Pandeglang: Belum Tersangka, Masih Penyelidikan
-
Tersangka AF Lawan Arus di Cibinong Hingga Menelan Korban Jiwa, Hasil Tes Urine Dinanti
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 24 Februari 2026: Catat Waktu Sahur, Subuh & Buka Puasa
-
Diduga Lakukan Penipuan Kripto, Bisnis AMG Pantheon Ditutup Paksa
-
Waktu Imsak Bandar Lampung 24 Februari 2026 Hari Ini, Lengkap Jadwal Subuh dan Niat Puasa
-
KPK Periksa 3 Orang Terkait Korupsi Pembangunan Flyover SKA Pekanbaru, Siapa?