Bola / Liga Inggris
Senin, 25 Mei 2026 | 10:56 WIB
Pep Guardiola resmi tinggalkan Manchester City setelah 10 tahun. Ia memberi pesan keras agar para pemain tetap menjaga standar juara klub. [Dok. IG Man City]
Baca 10 detik
  • Pep Guardiola resmi mengakhiri masa jabatan sepuluh tahun di Manchester City melalui seremoni perpisahan emosional di Stadion Etihad.
  • Ia berpesan kepada seluruh pemain agar tetap menjaga standar tinggi dan identitas juara klub setelah dirinya resmi pergi.
  • Guardiola meninggalkan warisan berupa banyak gelar bergengsi serta revolusi gaya bermain bagi klub berjuluk The Citizens tersebut.

Suara.com - Manajer legendaris Pep Guardiola resmi mengakhiri perjalanan satu dekadenya yang penuh trofi bersama Manchester City dengan pesan emosional.

Dalam momen perpisahan yang mengharukan di Stadion Etihad, Guardiola memperingatkan para pemainnya agar tidak membiarkan standar klub merosot sedikit pun setelah kepergiannya.

Meski laga terakhirnya harus berakhir dengan kekalahan 1-2 dari Aston Villa, suasana stadion tetap dipenuhi rasa hormat dan haru bagi sang juru taktik asal Spanyol.

Guardiola tampak tak kuasa menahan tangis saat menyapa puluhan ribu suporter yang telah mendukungnya sejak pertama kali datang ke Manchester 10 tahun lalu.

Kehadiran sang ayah yang telah berusia 95 tahun, Valenti, di tribun penonton semakin menambah suasana emosional dalam seremoni perpisahan tersebut.

Pesan Tegas Pep Guardiola untuk Pemain Manchester City

Dalam pidato terakhirnya, mantan pelatih FC Barcelona dan Bayern Munich itu memberikan wejangan sekaligus peringatan kepada skuad yang akan ditinggalkannya musim depan.

Ia bahkan sempat berkelakar bahwa perannya tidak benar-benar hilang karena akan terus memantau tim dari tribun stadion yang kini resmi menyandang namanya.

“Para pemain tidak mengetahuinya, tetapi saya akan berada di sana untuk mengawasi mereka,” ujar Pep Guardiola di tengah riuh penonton dikutip dari ESPN, Senin (25/5/2026).

Baca Juga: Arsenal Jadi Klub Pertama Liga Inggris Tanpa Kartu Merah dan Penalti

Guardiola menegaskan bahwa masa depan Manchester City kini sepenuhnya berada di tangan para pemain untuk menjaga identitas juara yang telah dibangun selama satu dekade terakhir.

“Para pemain memiliki tanggung jawab besar untuk melanjutkan standar ini. Semoga mereka terus berjuang, berjuang, dan berjuang, karena ini adalah rumah saya,” lanjutnya.

Guardiola meninggalkan Manchester City dengan warisan luar biasa, termasuk enam gelar Liga Inggris dan satu trofi UEFA Champions League.

Sepanjang acara perpisahan, ribuan suporter kompak menyanyikan yel-yel “10 tahun lagi” sebagai bentuk cinta mereka kepada sang pelatih.

Bagi Guardiola, kesempatan memimpin Manchester City selama satu dekade merupakan kehormatan besar yang tak akan pernah dilupakannya.

“Di masa depan, di mana pun Anda melihat saya, jika Anda penggemar City, datanglah kepada saya,” ucap Guardiola kepada para pendukung.

Load More