SUARA GARUT - Sumber IndonesiaLeaks mengungkap, praktik tidak lazim dalam importasi alat sadap. Pembeliannya bahkan bisa dilakukan bawah tangan.
Proses transaksi jual beli alat sadap lewat bawah tangan itu dimungkinkan terjadi karena adanya celah, baik dari sisi regulasi maupun mekanisme pemeriksaan di pintu masuk barang dari luar negeri.
Berdasarkan informasi yang dihimpun IndonesiaLeaks, alat-alat sadap dari luar negeri biasanya 'diselundupkan' melalui barang bawaan penumpang. Modus ini sering ditemukan karena barang sadap yang relatif kecil dan mudah ditenteng penumpang.
Petugas bandara baru bisa mengidentifikasi kalau barang tersebut alat sadap atau bukan kalau masuk melalui X-ray. Sebagian kasus bisa dilacak, sebagian lagi tidak bisa lantaran jenis barang yang sudah diidentifikasi petugas di bandara.
Namun, hal itu akan rumit lagi jika alat sadap atau peretas berbentuk software atau malware base seperti Pegasus atau alat zero click milik Polri. Sebab, pengawasannya akan lebih longgar, karena tidak melalui perdagangan secara fisik.
Citizen Lab menyebut, alat sadap yang masuk ke Indonesia memiliki keragaman bentuk dalam beberapa waktu belakangan. Menurut laporan berjudul Running in Circles Uncovering the Clients of Cyberespionage Firm Circles yang dirilis Citizen Lab pada 1 Desember 2020 mengungkap sosok perusahaan bernama Circles.
Circles dikenal sebagai perusahaan pengawasan yang dilaporkan mengeksploitasi kelemahan dalam sistem ponsel global untuk mengintai panggilan, SMS, dan lokasi ponsel di seluruh dunia. Kuat dugaan Circles terafiliasi dengan NSO Group di Israel.
Pelanggan Circles dapat membeli sistem yang mereka sambungkan ke infrastruktur perusahaan telekomunikasi lokal mereka, atau dapat menggunakan sistem terpisah yang disebut 'Circles Cloud,' yang terhubung dengan perusahaan telekomunikasi di seluruh dunia.
Tim Citizen Lab kemudian mencoba melakukan pemindaian Internet melalui saluran jaringan untuk mendeteksi keberadaan Circle di seluruh dunia. Hasilnya, Citizen Lab menemukan kami menemukan jejak host firewall Check Point yang digunakan dalam penerapan Circles.
Baca Juga: Infografis: Top! Brand Finance Nobatkan BRI Sebagai Brand Paling Bernilai di Indonesia
"Pemindaian ini memungkinkan kami mengidentifikasi penerapan Lingkaran di setidaknya 25 negara," tulis laporan Citizen Lab.
Beberapa negara yang teridentifikasi menggunakan Circles di antaranya: Australia, Belgia, Botswana, Cile, Denmark, Ekuador, El Salvador, Estonia, Guinea Khatulistiwa, Guatemala, Hondura, Israel, Kenya, Malaysia, Meksiko, Maroko, Nigeria, Peru, Serbia, Thailand, Uni Emirat Arab (UEA), Vietnam, Zambia, Zimbabwe, dan Indonesia.
Dalam praktiknya di Indonesia, kode IP Address yang terlacak terdapat dua IP. Pertama dengan kode 203.142.69.82 – 84, kedua dengan kode IP Address 117.102.125.50 – 52. Setelah ditelusuri menggunakan pelacakan IP Addres diketahui bahwa pemilik IP bernama Radika Karya Utama.
Saat mencari di mesin penelusuran perusahaan itu diduga Radika Karya Utama. Lokasi server terindikasi berada di Jawa Barat.
Tim IndonesiaLeaks melakukan penelusuran, perusahaan ini memperoleh sertifikat kelaikan militer Matkomlek Sistem Komunikasi Taktis Pertempuran Kota pada 2021 dan 2022. Proses sertifikasi bertujuan untuk melakukan upgrading terhadap alat yang dimiliki oleh sebuah instansi.
Perusahaan ini juga tercatat kerap memenangkan pengadaan di kepolisian, Tentara Nasional Indonesia, dan instansi kementerian dengan spesifikasi alat komunikasi khusus.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
-
9 Fakta Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Gerbong Wanita Jadi Titik Terparah
-
Cerita Pasutri Selamat dari Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi: Terpental hingga Pingsan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
Terkini
-
Wali Kota Yogyakarta Identifikasi Belasan Daycare Layak untuk Relokasi Korban Little Aresha
-
Terima Pesan dari Mojtaba Khamenei, Sikap Vladimir Putin Bisa Bikin AS Was-was
-
Hizbollah Kecam Diplomasi Lemah Lebanon dengan Israel, Tuntut Pelucutan Senjata
-
KPK Dalami Dugaan Jual Beli Kuota Haji Khusus Antar Travel
-
Mensos Siapkan Bantuan untuk Keluarga Korban Kecelakaan Kereta
-
Ayah Hibahkan Koleksi Jas Mewah Vidi Aldiano ke Kelompok Hafiz Turki
-
BRI Salurkan Kredit Perumahan Rp258,9 Miliar untuk Masyarakat Papua
-
Pencuri Bilah Gamelan di FIB UGM Ditangkap, Sudah Beraksi di ISI dan Dijual ke Tukang Rongskok
-
KRL ke Cikarang Belum Beroperasi, 25 Perjalanan KA Masih Terganggu
-
Cara Mencegah Kapalan di Kaki Agar Tidak Semakin Tebal dan Menyakitkan