SUARA GARUT - Dalam upaya melindungi hak-hak anak, Yayasan Semak dan Rutgers Indonesia menyelenggarakan workshop bagi pengawas pendidikan di Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Workshop tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya memberikan hak anak sebagai bagian dari Hak Asasi Manusia (HAM).
Workshop dilaksanakan di Aula Hotel Sabda Alam Garut dihadiri oleh perwakilan pengawas pendidikan dari rayon di wilayah Kabupaten Garut.
Para pengawas pendidikan tersebut hadir dengan semangat yang tinggi untuk mendapatkan wawasan baru dan strategi implementasi yang lebih baik dalam melindungi hak-hak anak.
Salah seorang peserta, Pengawas SMP Rayon 8, Tony Syafari, M. Pd mengatakan dirinya tertarik dengan kegiatan ini karena bisa jadi penguatan bagi pengawas untuk memahami perkembangan anak.
"Salah satunya terkait materi kesehatan reproduksi. Hal ini yang sebelumnya tabu bisa menjadi materi pendidikan dan pelajaran yang bisa disampaikan di dunia pendidikan," kata Tony Syafari, Jumat (16/6/2023).
Untuk menyampaikan materi tersebut kita sudah dibekali modul dan pemahaman yang bersumber dari buku Setara (semangat dunia remaja).
"Dalam buku ini banyak sekali materi yang harus digali dan disampaikan kepada orang tua dan anak," katanya.
Menurutnya, perubahan terhadap anak atau peserta didik wajib diperhatikan baik perkembangan fisik atau pun prilaku terutama di usia SMP.
Baca Juga: Tugas Berat, Mardiono Usul Sandiaga Uno Jadi Ketua Bapilu Nasional PPP
Selain materi itu, kata Tony, materi yang perlu disampaikan juga meliputi penunaian hak anak yang merupakan sebagai bagian dari Hak Asasi Manusia (HAM).
"Menurut saya sampai saat ini masih banyak hak anak yang ada 10 poin masih menjadi persoalan," ucapnya.
Tony mencontohkan, salah satunya hak atas perlakuan yang setara terkadang kerap dikesampingkan oleh orang-orang yang sudah dewasa.
Peserta lainnya pengawas dari Rayon 1, Atin Kartinah, M. Pd mengatakan setelah mengikuti workshop ini, pengawas pendidikan di Garut akan memiliki pemahaman yang lebih kuat tentang pentingnya melindungi dan memberikan hak anak sebagai bagian dari HAM.
Atin berharap program ini berkelanjutan dan mendapatkan payung hukum dari Dinas Pendidikan Kabupaten Garut bahkan kalau bisa Bupati Garut.
Pasalnya, kata dia, materi yang disampaikan dalam workshop ini sejak hari pertama sangat dibutuhkan di dunia pendidikan.
"Seperti Kespro dan pemberian hak anak itu sangat mendasar dan dibutuhkan oleh anak," ungkapnya.
Jadi dirinya berharap program yang sudah digagas oleh Yayasan Semak dan Rutgers Indonesia bisa berkesinambungan.
"Jangan berhenti di pelatihan ini saja. Harus ada rencana tindak lanjut. Kita sudah buat RTL-nya tinggal butuh dukungan dan payung hukum," tandasnya.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Lapis Hukum Ganda Menanti Ibu Tiri TR: Setelah Pidana, Disusul Administrasi Kepegawaian Kemenag
-
Ricuh di Musi Rawas! Kantor Lurah Pasar Muara Beliti Diserbu Warga, Ini Pemicunya
-
Comeback dari Cedera Panjang, Ini Komentar Bek PSIM Yogyakarta Asal Belanda
-
Pemuda 18 Tahun Perkosa Penyandang Disabilitas di Lamongan, Kenalan Lewat Instagram
-
Menjual Keranda di Malam Ganjil
-
Pohon Tumbang Tutup Jalan Malang-Kediri, BPBD Gerak Cepat
-
S&P Peringatkan Indonesia soal Tekanan Fiskal, Ada Risiko Penurunan Rating
-
Deretan Plot Twist Jelang Ending Drakor No Tail To Tell
-
Virgoun dan Lindi Fitriyana Pacaran Setahun Sebelum Menikah Hari Ini
-
Malaysia Dibantai Thailand 0-8, Indonesia Lolos ke Semifinal Piala AFF Futsal Wanita 2026