SUARA GARUT - Bom waktu ledakkan kasus HIV Aids di Kabupaten Garut, Jawa Barat tinggal menunggu waktu.
Tiap tahunnya, angka penambahan kasus HIV Aids terus mengalami peningkatan tanpa ada penanggulangan yang signifikan.
Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Kabupaten mengungkapkan, Kondisi terjadi akibat tidak adanya payung hukum penanggulangan HIV Aids di Kabupaten Garut.
Dierktur Eksekutif PKBI Kabupaten Garut, Ir. Denden Supresiana mengatakan, data kasus HIV Aids Kabupaten Garut terus mengalami pengingkatan.
Data tahun 2023, sampai bulan April total kasus HIV Aids tercatat sebanyak 1.056 dinyatakan positif.
"Rinciannya, positif Aids 567 dan HIV 489," kata Denden saat kegiatan pertemuan kemitraan dengan media massa program Respond, di Fave Hotel, Tarogong Kidul, Rabu (28/6/2023).
Menurut Denden, kasus HIV Aids di Garut terus bertambah akibat lemahnya penanganan.
"Ini kan penanggulangannya masih ngaco. Daerah lain punya payung hukum di sini tidak," keluh Denden.
Menurutnya, regulasi payung hukum sangat dibutuhkan sebagai acuan arah kebijakan.
Baca Juga: Jemaah Sempat Terlantar di Muzdalifah, Alhamdulilah Sudah Dievakuasi Seluruhnya
"Sebaiknya dibuatkan Perda dan turunannya. Sehingga bisa teragendakan dengan baik penanggulangannya," imbuhnya.
Selama ini, kata dia, PKBI Kabupaten Garut turun langsung melakukan pendataan dan penanggulangan secara mandiri.
"Kondisi di lapangan memang memprihatikan, harus segera ada penanggulangan yang serius. Kalau dibiarkan ini adalah bom waktu yang siap meledak kapan saja," tandasnya.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Pacu Digitalisasi Keuangan Daerah, Banyuasin Percepat Implementasi KKPD
-
Di Tengah Ramai Desakan Tes Urine, Prima Salam Kembali Muncul di Acara Gerindra
-
Rp160 Miliar Diduga Tak Pernah Masuk Kas Daerah, Aktor Utama Korupsi Sungai Lalan Dibidik
-
Dari Apel Premium hingga Cokelat, Gaya Hidup Sehat Ala Selandia Baru Hadir di Indonesia
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Meski Angkat Koper, Arda Guler Selamatkan Wajah Timnas Turki di Piala Dunia 2026
-
Cerita Fajar Nugra Ubah Penampilan demi Film Pemikat Jiwa
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Prediksi Skor Yordania vs Argentina: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik