/
Sabtu, 01 Juli 2023 | 11:00 WIB
Dewi Perssik usai menghadiri mediasi dengan Ketua RT terkait dugaan penolakan sapi kurban di kawasan Lebak Bulus, Jakarta, Kamis (29/6/2023). [Suara.com/ Adiyoga Priyambodo]

SUARA GARUT - Baru-baru ini heboh polemik masalah sapi qurban milik Dewi Perssik dimana videonya viral di medsos. 

Kisruh yang terjadi antara Dewi Perssik dan ketua RT setempat dekat dengan rumahnya. 

Siapa sangka masalah ini menjalar kemana-mana dan hingga dibuat mediasi meski masih belum menemukan hasil. 

Dari penuturan Dewi Perssik, sapi qurban miliknya mendapat penolakan dari Ketua RT 4 RW 6 Lebak Bulus, Jakarta Selatan. 

Kejadian tersebut bahkan sempat dibagikan Dewi Perssik melalui akun media sosial miliknya, apalagi kabarnya Ketua RT sampai minta mahar Rp 100 juta. 

Namun hal tersebut akhrinya yang menjadi masalah dimana Ketua RT merasa tidak bermaksud demikian. 

Lantas seperti apa polemik masalah sapi qurban Dewi Perssik dan Ketua RT tersebut? Begini kronologinya. 

1. Masalah Awal Perselisihan 

Pada awalnya Dewi Perssik menitipkan sapi qurban miliknya ke salah satu masjid dekat tempat tinggalnya dan tidak ada masalah yang terjadi. 

Baca Juga: Mediasi Dewi Persik dengan Ketua RT Berujung Cekcok, Hingga Dilantunkan Shalawat Nabi

Sapi Qurban seberat lebih dari 1 ton itu dititipkan Depe kepada ustadz di salah satu masjid karena tak mampu mengurus di rumah karena hanya ada ART saja. 

Namun malam hari sebelum Hari Raya Idul Adha Dewi Perssik berniat mengambil sapinya dan menyebut akan disembelih di tempat lain. 

Sementara itu Depe sebenarnya tetap akan membagikan daging dari sapi qurbannya itu kepada warga sekitar masjid dan temapt tinggalnya. 

Bahkan penyanyi dangdut itu sudah meminta data warga yang akan menjadi penerima daging. 

2. Pak RT Minta Mahar 

Masalah menjadi membesar usai Dewi Perssik kabarnya mendengar Ketua RT setempat meminta administrasi kepada Depe sebanyak Rp 100 juta. 

Load More