- Vietjet amankan kesepakatan besar untuk mesin dan pembiayaan pesawat.
- Vietjet pimpin hub keuangan penerbangan baru di kawasan Asia-Pasifik.
- Penambahan armada Airbus A320neo bermesin hemat bahan bakar mulai Juli 2026.
Suara.com - Maskapai berbiaya rendah (LCC) asal Vietnam, Vietjet, mempertegas dominasinya di pasar penerbangan regional dengan mengumumkan serangkaian kemitraan strategis bernilai fantastis di ajang Singapore Airshow 2026.
Melalui kolaborasi lintas sektor yang mencakup pembiayaan hingga teknologi mesin pesawat, Vietjet menargetkan pertumbuhan jangka panjang di kawasan Asia-Pasifik, termasuk memperkuat konektivitas ke pasar strategis seperti Indonesia.
Dalam ajang tersebut, Vietnam International Financial Centre (VIFC) resmi meluncurkan Asia-Pacific Aviation Financial Hub (AAFH) di Ho Chi Minh City. Vietjet hadir sebagai mitra strategis utama dalam platform ini, yang dirancang untuk mendukung sewa guna usaha dan investasi infrastruktur penerbangan di kawasan.
Peluncuran AAFH ini didorong oleh komitmen pembiayaan awal senilai lebih dari US$6,1 miliar. Nilai tersebut mencakup kesepakatan pemeliharaan mesin dengan Pratt & Whitney serta kemitraan pembiayaan pesawat dengan raksasa manajemen aset AS, PIMCO.
"Peluncuran AAFH menandai langkah penting dalam menghubungkan aliran modal secara langsung dengan ekonomi riil," ujar Chairman VIFC-HCM, Truong Minh Huy Vu.
Selain aspek finansial, Vietjet mengukuhkan kesepakatan dengan Pratt & Whitney untuk pengadaan mesin pada 44 unit pesawat keluarga Airbus A320neo (terdiri dari 24 unit A321neo dan 20 unit A321XLR). Langkah ini meningkatkan total pesanan pesawat bermesin GTF milik Vietjet menjadi 137 unit.
Mesin GTF dipilih karena keunggulannya yang mampu menghemat bahan bakar hingga 20%, mengurangi kebisingan hingga 75% dan mendukung target keberlanjutan lingkungan di sektor penerbangan.
Pengiriman armada baru ini dijadwalkan mulai Juli 2026, yang akan memperkuat jaringan rute internasional Vietjet dalam menghadapi proyeksi Asia-Pasifik sebagai pasar penerbangan terbesar di dunia.
Baca Juga: Beroperasi 56 Tahun, Pelita Air Fokus Penguatan Layanan Berbasis Pengalaman Pelanggan
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Dian Siswarini Dipuji DPR, Telkom Kantongi Pendapatan Rp146,7 Triliun
-
MSCI Pertahankan Indonesia di EM, Mengapa IHSG Masih Ambruk?
-
Dorong Kolaborasi Hijau, Pegadaian Dukung Program 2.000 Pohon di Kaltim
-
Harga Durian Anjlok, Musang King Dijual Rp23 Ribu per Kg
-
Rekap Hari Ini: IHSG Ambruk, Rupiah Anjlok!
-
Sinyal Bahaya dari Perbankan: Kredit Agresif, Likuiditas Justru Kian Menipis!
-
Pemerintah Tunda Insentif Motor Listrik, Nasib Ditentukan Juli 2026
-
Prabowo Mau Stop Impor BBM: Kita Akan Swasembada Energi
-
IHSG Hancur Lebur! Anjlok 3,56% ke Level 5.883, Asing Ramai Jual BMRI dan DSSA
-
Pelemahan Tak Terbendung, Rupiah Hampir Balik Lagi ke Rp18.000