SUARA GARUT - Anggota DPRD Garut dari Fraksi PDIP, Yudha Puja Turnawan, mengatakan, seluruh komponen yang terlibat dalam pesta demokrasi, baik penyelenggara, peserta, pengawas, hingga masyarakat harus berkomitmen untuk mewujudkan demokrasi bermartabat
Masyarakat disebut Yudha harus jadi pemilih yang bermartabat. Politik uang dinilai hal yang lumrah setiap pesta demokrasi berlangsung.
"Menurut survei, kebanyakan masyarakat masih menganggap politik uang adalah hal yang wajar, bahkan mereka menganggap itu mah bagi-bagi rejeki," ujarnya, usai menyampaikan materi pada seminar Kemerdekaan Demokrasi Politik yang diselenggarakan oleh HMI Garut di Pendopo Garut, Senin, 24 Juli 2023.
Disebutkannya, politik uang merupakan hal yang sudah mendasar dan mendarah daging di masyarakat, karena sudah menjadi kebiasaan yang melekat dalam masyarakat.
Sehingga masyarakat berfikir tidak ada uang politik, tidak ada suara yang akan mereka salurkan.
"Ini sangat bahaya dan memprihatinkan. Karena penentuan pilihan didasarkan pada pragmatisme politik, atau seberapa banyak uang yang diberikan calon kepada para pemilih," katanya.
Ia berharap, partai politik tidak terjebak dalam konteks politik uang. Tetapi partai politik harus mengedepankan ide dan gagasan bagaimana berkontribusi untuk perbaikan bangsa dan negara.
"Selain melawan politik uang, kita juga harus melawan sebaran video, atau berita hoaks yang berseliweran di media sosial. Dikhawatirkan nanti kaum Z dan milenial yang menjadi 50 persen pemilih itu tidak akan mendapatkan informasi yang memadai untuk menjadi pemilih yang bermartabat," katanya.
Ia berharap, seluruh komponen bangsa menjadi warga merdeka yang tidak mudah terpengaruh hasutan, berita bohong atau hoaks, dan ujaran kebencian. Ataupun berbagai upaya lain yang akan menciptakan perpecahan.
Baca Juga: Dugaan Keterlibatan Menteri Airlangga di Kasus Mafia Migor, Lebih Lama Diperiksa Kejagung
Ketua Panitia Seminar HMI, Aryandi Akil Sirod, mengatakan, seminar itu dilaksanakan untuk mengedukasi generasi Z yang disebut menjadi 50 persen pemilih pada Pemilu 2024 mendatang.
"Mengedukasi pemuda, karena ada kesimpangsiuran informasi politik di era transformasi di gital ini," katanya.
Diharapkannya, dari seminar ini para narasumber bisa memberikan pencerahan politik, sehingga pemuda bisa menjadi pemilih yang bermartabat. (*)
Editor: Firman
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor
-
Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi
-
Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu
-
InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara
-
InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia
-
Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar