SUARA GARUT - Guru PPPK penempatan diluar kecamatan mulai resah, pasalnya Surat Penugasan yang mereka tunggu belum mendapat kejelasan.
Mereka mengaku resah dengan penempatan yang dinilai kurang porposioanal, misalnya saja terjadi di Kabupaten Garut, dan Tasikmalaya.
Seorang Guru PPPK asal Kecamatan Cikelet yang berada di wilayah selatan Garut, penempatanya di Malangbong wilayah uatara yang berbatasan dengan Sumedang.
Akan tetapi sebaliknya dari Malangbong ada yang ditempatkan diwilayah selatan Garut.
guru PPPK asal Cikelet menyebutkan, saat dirinya harus pindah ke Malangbong ia harus merogoh kocek tidak kurang dari 2.5 juta rupiah.
Sementara itu, di Kabupaten Tasikmalaya, biaya hidup tergolong tinggi, salah satunya mereka harus menyewa rumah dengan harga tinggi.
Guru yang ditugaskan di wilayah Kadipaten asal Cipatujah, Tasikmalaya mengaku cukup terimbas.
Mereka memboyong keluarganya pindah dari wilayah Pantai selatan di Cipatujah, ke daerah pegunungan di wilayah utara Tasikmalaya.
Beban hidup yang tergolong tinggi, karena biaya sewa rumah yang cukup mahal, diperparah lagi, hingga saat ini, nasib gaji guru di Tasikmalaya belum jelas.
Baca Juga: Jadi Best Goal Of The Week BRI Liga 1 Pekan ke-4, Yandi Sofyan Semakin Termotivasi
Akibatnya tidak sedikit guru PPPK yang diangkat 2023, harus ngutang sana-sini menutupi kebutuhan sehari-hari.
Carut marut penempatan guru PPPK tersebut sebelumnya sempat mencuat hingga Bupati Garut mengirimkan surat permohonan relokasi ke Pemerintah Pusat.
Alhasil, Kemendikbudristek melalui Dirjen GTK memberikan surat balasan, kepada Bupati Garut.
Inti dari surat tersebut, Bupati diberikan kewenangan untuk melakukan penempatan, mengangkat dan memberhentikan PPPK.
Akan tetapi, selain diberikan kewenangan, dalam surat tersebut disebutkan tetap harus berdasarkan persetujuan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kayumanis Memanas! Warga Pasang Banner Tolak Keras Pembangunan PSEL Kota Bogor
-
Siap-Siap Pesta Musik Terbesar, PBB Bakal Gebrak Cibinong: Catat Waktunya!
-
Tiga Pegawai PTBA Raih Penghargaan Nasional Satyalancana Wira Karya dari Presiden
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Bank Sumsel Babel Bedah Rumah Ibu Ojol di Palembang, Nurmalinda Kini Punya Harapan Baru untuk 3 Anak
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Mencoba Tuak Dayak: Minuman Tradisional yang Hanya Keluar Saat Pesta Panen Gawai
-
Detik-detik Kebakaran Hebat di Pasar 16 Ilir Palembang Malam Ini, Pedagang Panik saat Muncul Kilatan
-
Misi Besar Bojan Hodak Lanjutkan Tren Positif Persib Bandung atas Persija Jakarta