SUARA GARUT - Baru-baru ini sekelompok warga bernama Asep telah sukses menggelar acara silaturahmi di Garut bertajuk 'Silaturasep'.
Agenda para pemilik nama Asep tersebut digelar dengan cukup sukses dan meriah,, bahkan dihadiri Gubernur Jabar, Ridwan Kamil.
Namun, belakangan ini dibalik kesuksesan acara 'Silaturasep' tersebut ada hal yang mengganjal.
Ternyata, ada sebagian nama Asep mengaku tak mendapatk undangan dalam acara tersebut, padahal jelas jelas bernama Asep.
Belakangan ini diketahui, meski sama sama bernama Asep, ternyata kelompok Asep itu sediktnya ada dua organisasi Asep yang menaunginya.
Hal tersebut diungkapkan Asep Ruhiman yang mengaku tak mendapat undangan dari panitia acara "Silaturasep' di Garut tempo hari.
*Ya, saya tak diundang dalam acara 'Silaturasep' itu, karena mungkin saya bukan anggota PAD (Paguyuban Asep Dunia)," ujar Asep Ruhiman, saat dijumpai suaragarut, Rabu 25 Juli 2023.
Asep Ruhiman mengaku, bahwa dirinya tergabung dalam wadah Komunitas Asep Asep (KAA).
KAA sendiri diklaim sebagai sebuah kelompok orang bernama Asep yang pertama di dunia. Kemudian muncul kelompok Asep lain yang tergabung dalam PAD (Paguyuban Asep Dunia)
Baca Juga: Helmi Budiman Sebut Proposal Sumbangan UMKM untuk Lomba Karokean di Garut Tidak Pantas Dilakukan
"KAA kan sebuah kelompok atau bisa dibilang organisasi pemilik nama Asep yang pertama di dunia. Adapun kelompok lain muncul belakangan," ungkap Asep Ruhiman. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Indonesia Masuk 6 Negara dengan Obesitas Rendah di Dunia, Apa Rahasianya?
-
Karhutla Makin Ganas, Anggaran Pencegahan Kalah dari Belanja Rutin Daerah
-
5 Alasan Pengurusan Izin Usaha Sebaiknya Diserahkan ke Jasa Profesional
-
KAI Siapkan Stasiun Manggarai Jadi Pusat Mobilitas Jakarta
-
Sinopsis Insidious: Out of the Further, Kisah Baru Elise dengan Teror Seram
-
Menepi Sejenak di Bintan: Menikmati Pantai, Kuliner, dan Wellness dalam Satu Resor
-
Dusun Sade Terbakar Jelang MotoGP Mandalika, NTB Siapkan 4 Desa Adat Pengganti Wisatawan
-
Prabowo Perintahkan Tanpa Pandang Bulu, Raja Juli Antoni: Pembakar Hutan Kami Tindak
-
Dari Jepang, Kolombia, hingga NTT: Daftar 'Gempa Besar' Selama Agustus 2026
-
BNPB Minta Negara Tetangga Tak Saling Menyalahkan soal Asap Karhutla