/
Kamis, 27 Juli 2023 | 14:30 WIB
Sutradara film asal Garut, Aris Nugraha ditemui di kawasan Situ Bagendit, Rabu, 26 Juli 2023. (Foto: Suara Garut/Jay)

SUARA GARUT- Sinetron Suparman Reborn menurut sutradaranya, Aris Nugraha, saat ini menjadi rating tertinggi di MNC TV. Aris membawa misi mengenalkan Garut lewat sinetron tersebut.

"Saya ingin se Indonesia itu tahu Garut lah, itu misi pribadinya. Jadi orang orang lihat Garut, karena setiap episodenya ada cerita orang orang ke tempat wisata, masuk pasar, ke tempat kumuh, ke tempat uang bagus. Jadi Garut semua aksesnya bisa dilihat orang se Indonesia," tutur Sutradara asal Garut itu, ditemui di Objek Wisata Situ Bagendit, Rabu, 26 Juli 2023.

Dikatakannya, kalau Bandung bisa populer karena sinetron Preman Pensiun. Kali ini Garut dipopulerkan lewat Suparman Reborn.

Disebutkan Aris, untuk sinetron Preman Pensiun penggarapannya rehat dulu  sampai episode 8 supaya penonton tidak bosan.

Kini ia sedang menggarap yang baru, walaupun penontonnya masih nomor wahid.

Keberadaannya di Situ Bagendit kemarin, diakuinya, untuk mencari ide cerita, karena ia baru tahu kalau situ bersejarah ini sudah cantik.

"Saya baru tahu Bagendit seperti ini, dulu kan saya ke sini kondisinya masih kumuh. Sekarang saya ke sini untuk mengintip bersama rekan, teman-teman, sekalian shooting di masjid situ (masjid terapung Situ Bagendit). Ceritanya preman preman lagi belajar ngaji, Preman Pengajian," ungkapnya.

Film Preman Pengajian yang digarapnya di kawasan Situ Bagendit itu akan tayang lewat kanal Youtube dengan pemeran utamanya Otang.

"Otang ini asli orang Garut, ceritanya dia lagi pulang kampung ke Garut bersama teman-temannya. Tapi ini untuk Youtube ya, preman-preman bertato lagi belajar ngaji," tuturnya.

Baca Juga: 5 Tips Packing yang Efektif untuk Perjalanan Hemat dan Nyaman

Ia menyebutkan, di Garut banyak lokasi yang bisa dijadikan tempat shooting pembuatan film atau sinetron. Tapi ia menyayangkan hotelnya semua terpusat di perkotaan.

"Banyak produser tanya-tanya tentang Garut, cuma kelemahannya titik hotel itu jauh-jauh. Kalau shooting di Darajat tetap hotelnya jauh. Untuk ke Darajat membutuhkan waktu lebih dari 1 jam, apalagi kalau shooting di Pameungpeuk butuh waktu 4 jam. Sebetulnya banyak yang suka ke Garut ini," katanya.

Dikatakannya, shooting di daerah itu memerlukan biaya tinggi. Untuk itu perlu ada kerja sama, antara produser dan Pemda.

"Saya juga sering komunikasi dengan teman-teman di dinas. Saya bukan minta gratis, tapi saling mendukung lah. Misalnya kita lagi shooting buat youtube prosedurnya jangan ribet lah. Karena kan nanti gambarnya bercerita, ini lokasinya di mana," katanya.

Dikatakannya, dengan menyebutkan lokasi shooting itu akan menjadi alat promosi bagi daerah. Misalnya disebutkan lokasi di Garut, akan menimbulkan rasa penasaran orang untuk datang ke Garut. (*)

Editor: Firman

Load More