SUARA GARUT— Proses pembangunan Ibu Kota negara Republik Indonesia yang baru atau biasa disebut Ibu Kota Nusantara (IKN) terus berlangsung.
Ibu kota yang bernama Nusantara tersebut berada di Kawasan Strategis Nasional (KSN) IKN di Kalimantan Tengah. Luas dari KSN sendiri adalah 256.142 hektare.
Adapun luas keseluruhan dari KSN tersebut terbagi ke dalam dua sub kawasan, yaitu Kawasan Pengembangan IKN dan Kawasan IKN.
Kawasan Pengembangan IKN memiliki luas 199.962 hektare dan Kawasan IKN akan berdiri di atas lahan seluas 56.180 hektare.
Sedangkan, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan yang merupakan bagian dari Kawasan IKN, mempunyai luas 6.596 hektare.
IKN sendiri berada di dua wilayah sekaligus, yaitu di sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara dan di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.
Tak hanya membangun fasilitas dan infrastruktur inti pemerintahan, pemerintah juga akan mendirikan kawasan peribadatan 6 agama di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan.
Kelima agama tersebut meliputi Islam, Kristen Protestan, Kristen Katolik, Konghucu, Hindu, dan Buddha. Tempat atau rumah ibadah kelima agama tadi pun bakal dibangun di dalam satu kawasan.
Kawasan peribadatan itu diberi nama Kawasan Peribadatan Cahaya Batang Haring Nusantara. Cahaya Batang Haring Nusantara pun selain memiliki tempat-tempat ibadah, juga dilengkapi dengan fasilitas pendukung lainnya.
Baca Juga: Garut Dirikan Training Center, Kerjasama Fakultas Keperawatan Unpad dan Perusahaan Jepang
Berikut tempat-tempat ibadah dan fasilitas pendukung di Kawasan Peribadatan Cahaya Batang Haring Nusantara.
1. Mahavihara Buddha Nusantara
2. Gereja Kristen Nusantara
3. Gereja Katedral Nusantara
4. Pura Agung Jagatnatha Nusantara
5. Kelenteng Kong Miao Nusantara
6. Masjid Agung Nusantara
7. Titian Anjangsana
8. Selasar Kaharingan
9. Transport Hub (Terminal/ Pusat Akses Transportasi)
10. Danau Pancasila
Titian Anjangsana sendiri sebenarnya sebuah jembatan yang jika diartikan bermakna jembatan kunjungan atau silaturahmi. Dapat dikatakan jembatan ini sebagai simbol persaudaraan ummat beragama di Indonesia.
Sedangkan, Selasar Kaharingan merupakan bagian teras dari setiap rumah ibadah di kawasan peribadatan ini.
Kawasan Peribadatan Cahaya Batang Haring Nusantara ini didesain menjadi satu kesatuan. Antar rumah ibadah pun dihubungkan dengan jalur sirkulasi organik.
Seluruh jalur tersebut dilengkapi dengan atap pelindung. Jalur ini juga terinspirasi dari "Batang Haring" atau pohon kehidupan— bentuk organik non-hierarki.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
Pilihan
-
Perang Terbuka! AS Klaim Tembak Kapal Iran di Selat Hormuz
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
Terkini
-
Perang Terbuka! AS Klaim Tembak Kapal Iran di Selat Hormuz
-
Fraksi PKB DPRD DKI Soroti 'Benang Kusut' Jakarta Barat: Fokus Pada Aksi, Bukan Wacana!
-
Iran Belum Kirim Delegasi di Perundingan Kedua, Emosi Donald Trump Meledak
-
OJK Desak BNI Kembalikan Dana Umat Gereja Rp28 Miliar yang Hilang
-
Siapa Saja? Ini Daftar 6 Shio yang Diprediksi Paling Hoki Hari Ini 20 April 2026
-
6 Cara Menjaga Baterai Mobil Listrik agar Tidak Cepat Rusak, Aman hingga Belasan Tahun
-
20 April 2026 Membawa Kejutan Positif, Ini 4 Zodiak yang Paling Beruntung
-
Fakta Mengerikan Penembakan 8 Anak di AS: Pelaku Eks Tentara, 7 Korban Anak Kandung Tersangka
-
Terapi Alam yang Menenangkan: Kisah dari Pantai Lebuk Situbondo Jawa Timur
-
Diminta Bantu Suster Natalia, Hotman Paris: Istana Perlu Turun Tangan!