SUARA GARUT- Fakultas Keperawatan Universitas Padjajaran (Unpad) bekerja sama dengan perusahaan Jepang PT. Os Selnajaya Indonesia mendirikan pusat pelatihan kerja atau training center.
Adapun Garut Training Center tersebut meliputi pusat pendidikan dan pelatihan bahasa Jepang dengan program caregiver. Garut Training Center berada di Kampus Keperawatan Unpad, Jalan Proklamasi Garut, Jawa Barat.
Menurut Presiden Direktur PT. Os Selnajaya Indonesia, Satoshi Miyajima, kerjasama dengan Unpad tersebut, untuk menyalurkan tenaga kerja muda Indonesia, khususnya Garut .
"Situasi pasar Jepang sangat sulit untuk mencari tenaga kerja muda dan Indonesia tenaga kerja muda penganggurannya masih banyak," kata Satoshi Miyajima usai Grand Opening Garut Training Center di Fakultas Keperawatan Unpad, Jalan Proklamasi Garut, Selasa (12/9/2023).
Dibangunnya training center ini juga sebagai penghubung atau jembatan antara pasar kerja dengan para (calon) tenaga kerja Indonesia khususnya dari Garut.
"Jadi ini cocok kita jembatani dengan pasar kerja yang di Jepang," ujar Satoshi.
Diungkapkannya, perusahaannya sudah berdiri sejak 27 tahun lalu. Bahkan, dalam 7 tahun terakhir ini sudah memperkerjakan 6500 orang dari Indonesia ke Jepang.
Nantinya, para peserta diklat di perusahaannya tersebut 100 persen akan disalurkan. Diakuinya, ada juga peserta yang urung berangkat karena persoalan pribadi atau keluarganya.
"Ada yang halangan karena sakit, keluarga, yang nge-drop, tapi kalau yang punya motivasi, punya skill semua berangkat," katanya.
Baca Juga: Awal 2024, Garut Bakal Punya Mal Baru, Padukan Konsep Sederhana Namun Elegan
Satoshi juga menambahkan, untuk pekerja yang diberangkatkan melalui perusahaanya ada jaminan keamanan di negara tujuan. Jika terjadi sesuatu yang tidak diharapkan, bisa menghubungi perusahaannya di Jepang.
" Di sana karyawan kita ada beberapa orang Indonesia. Jadi kalau ada apa apa tinggal komunikasi saja dengan pegawai kami di sana," katanya.
Negara Jepang sendiri dikatakan Satoshi, tenaga kerja yang paling banyak dibutuhkan adalah di sektor industri otomotif, kuliner, perawatan lansia, kontruksi, perikanan, pertanian, perhotelan, dan logistik.
Selain ke Jepang, pihaknya juga akan menyalurkan tenaga kerja ke negara negara di Eropa.
"Tahun ini kita kirim ke Belanda dan Polandia ada dua negara. Kita akan kirim juga ke Eropa, situasi di Eropa sama dengan di Jepang. Orang tuanya banyak, anak mudanya sedikit, jadi kita akan buka pintu, Australia juga," tuturnya.
Kepala Kantor Fakultas Keperawatan Unpad Garut, Ahmad Yamin, mengatakan, bagi peserta Diklat yang berasal SMK dan SMA mereka diberikan kesempatan untuk kuliah S1 di Jepang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Presiden Prabowo Lakukan Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II Senilai Rp116 Triliun
-
Bawa Mobil Pakai Infus, Kepala DPMPTSP Pandeglang Tabrak Kerumunan Siswa SD: 1 Meninggal, 1 Kritis
-
Mulai Hari Ini Belanja di China Bisa Pakai QRIS
-
Tok! Bayar Pajak Kendaraan di Banten Kini Tak Perlu KTP Pemilik Lama, Berlaku 1 Mei31 Desember 2026
-
Kerasnya Evaluasi Bojan Hodak Usai Persib Kembali ke Puncak
-
Analis Politik Senior Bongkar Makna di Balik Blusukan Wapres Gibran
-
Isu Penutupan Jalan Diponegoro Beredar, Ini Penjelasan Pemprov Jabar
-
Bukan Orang Sembarangan! Tambang Emas Ilegal di Bogor Raup Omzet Rp9 Miliar per Bulan
-
Sukabumi Jadi Markas "Cinta Palsu" Antarnegara: 16 WNA Spesialis Love Scamming Digulung Imigrasi!
-
Wakil Ketua Komisi VIII Abidin Fikri Buka Suara Penangkapan 3 WNI Terkait Haji Ilegal