SUARA GARUT- Hampir berbarengan dengan munculnya berita adanya catatan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Garut, muncul pula kisah getir memilukan dari seorang pedagang kecil.
Adalah Ajang Sukanda, warga Kampung Ragamukti, Desa Sirnajaya, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Dalam beberapa tahun terakhir ini, pria berusia 48 tahun itu memilih berjualan baso cuanki untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Sebelumnya, Ia sempat mengadu nasib di kota Kembang Bandung sebagai pedagang rujak hingga sayuran.
Karena berjualan di Bandung tak berhasil, ditambah istrinya yang kerap sakit-sakitan, akhirnya Ajang kembali ke Garut dan mencoba berjualan baso cuanki.
"Ya, saya dulu sempat berjualan rujak dan sayuran di Bandung. Namun kurang cocok dan selalu merugi, kemudian istri saya di kampung sering sakit sakitan. Jadi saya pulang ke Garut lagi dan berdagang baso cuanki," tutur Ajang, ketika dijumpai garut.suara.com, saat mangkal di halaman Masjid Besar Tarogong Kidul, Garut, Minggu (17/9/2023).
Belakangan ini, Ajang sangat merasakan bagaimana sulitnya perekonomian sekarang. Jualan cuankinya lebih banyak sepinya daripada lakunya.
"Sepi sekarang mah (jualan cuanki). Saya jarang pulang, kini ngontrak di koskosan. Kadang-kadang dari jualan cuanki ini untuk makan pun tak cukup," tuturnya, lirih.
Ditengah kesulitan ekonomi yang menerpanya, sudah lima tahun terakhir ini Ajang harus hidup menduda karena istri tercintanya meninggal dunia.
Baca Juga: 7 Pemain Muda Ini Diprediksi Bakal Bersinar di Piala Dunia U-17, Ada dari Timnas Indonesia
"Ya, mungkin ini sudah takdir saya. Istri meninggal lima tahun lalu karena sakitnya tak kunjung sembuh. Saya merasa sangat berdosa karena kondisi ekonomi yang sulit sehingga tak mampu mengobati istri saya," tutur Ajang, seraya menatap kosong ke arah gerobak cuankinya.
Sementara itu, anak laki-laki Ajang kini sudah tumbuh besar, anak pertamanya itu kini turut membantu perekonomian keluarganya dengan berjualan basreng (baso goreng) keliling.
"Anak saya yang pertama sekarang sudah besar, gak sekolah, gak ada biaya. Ia berjualan basreng keliling. Alhamdulillah bisa bantu biaya adiknya yang masih sekolah di SMP. Anak saya yang kedua tinggal bersama neneknya di kampung," ungkapnya.
Bagi Ajang, sesulit apapun kehidupan ini tak perlu disesali, karena kehidupan ini hanyalah tempat singgah sementara.
"Bukan saya ingin mengeluh. Ini berbagai cerita saja. Sesulit apapun kehidupan ini tak perlu disesali, karena kehidupan di dunia ini hanyalah sementara saja. Jangan sampai kita menggadaikan Iman Islam kita hanya untuk meraih harta benda di dunia ini. Tugas kita di dunia ini beribadah dan berikhtiar mencari nafkah yang halal sekuat tenaga, selebihnya tawakal kepada Allah SWT," ungkapnya.
Karena sepinya pembeli, Ajang kini jarang berkeliling, sehari-hari ia biasa mangkal berjualan baso cuanki di halaman Masjid Besar Tarogong Kidul yang tak jauh dari komplek Pemkab Garut.
"Jarang (berkeliling), karena sepi pembeli, kalau jualan keliling harus cukup energi juga. Alhamdulillah, mangkal di halaman masjid ini juga kalau sudah rizkinya mah ada saja yang beli. Dan yang penting, jika berjualan deket masjid kita gak ketinggalan shalat berjamaah," pungkasnya. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
Terkini
-
Daftar Klub Inggris Paling Sukses di Eropa: Liverpool Masih Juara, Arsenal Coba Cetak Sejarah
-
Produktif di 2026, Etenia Croft Kembali Hadirkan Lagu Kau Selalu Ada
-
Film 'Jongot' Angkat Kearifan Suku Musi dalam Menjaga Hutan dan Alam
-
PBB Dikabarkan Masukkan Israel ke Daftar Hitam Kekerasan Seksual di Zona Konflik
-
Libur Panjang Idul Adha, Warga Serbu Tebet Eco Park
-
Tragedi Kresek Hitam: Sengkarut Sampah Plastik Pasca-Iduladha yang Tak Kunjung Usai
-
Supernova dan Revolusi Sastra Populer Indonesia Awal 2000-an
-
Hanya Ada 8 Klub! Misi Eks Barcelona Bawa PSG Samai Rekor Real Madrid di Liga Champions
-
Angin Puting Beliung Terjang Tolite Jaya Gorontalo Utara
-
DPR Restui TNI Buru Begal Jakarta, Tapi Ingatkan Aturan Main