SUARA GARUT - Jelang pemilu 2024, masyarakat terus diingatkan agar tidak mudah tergiur politik uang. Jangan karena rupiah yang tak seberapa nilainya, masyarakat menjatuhkan pilihan pada pemimpin yang salah.
"Gara-gara uang 100 ribu atau 200 ribu, ruginya 5 tahun. Kita lihat waktu pandemi kemarin, banyak incumben yang sudah terpilih dua kali, tiga kali, namun saat masyarakat butuh tidak ada uluran tangan dari mereka. Jadi saya harap masyarakat harus lebih cerdas," kata James Muhammad Alfatih Martin.
"Apalagi sekarang media sosial sudah sangat masif, sehingga pejabat yang mengingkari janjinya saat kampanye, akan mudah dinilai karena ada jejak digitalnya," tambah dia.
James adalah caleg Partai Amanat Nasional, dari daerah pemilihan Jawa Barat XI yang meliputi Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kota Tasikmalaya.
Bagi pria 42 tahun ini, Priangan Timur bukan daerah yang asing. "Dulu ketika bertugas di Kementerian Pertahanan saya sering turun ke Garut. Jadi saya banyak jalan ke para kyai, ulama, dan secara ideologi terpanggil untuk lahir secara politik di Priangan Timur," katanya di Rumah Pemenangan James Muhammad di Sukaraja, Kabupaten Garut, Minggu (17/9/2023).
Mimpinya adalah menyahterakan warga Jabar, terutama Garut yang sebagian masih berkutat dalam kemiskinan.
"Saya ingin memajukan masyarakat Jawa Barat khususnya Garut yang menjadi salah satu kabupaten/kota termiskin di Indonesia," kata James prihatin
Meski usianya relatif muda, James memiliki segudang pengalaman di pemerintahan dan organisasi. Ia pernah menjadi staf khusus Kementerian Pertahanan dari 2015 sampai 2019, anggota Pokja Pemasaran Cluster Industri Strategis dan Pertanian, serta Tenaga Ahli Direktur Utama PT. LEN Industri dari 2018 sampai 2019.
James juga aktif di Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Australia, Pimpinan Pusat Pemuda Pancasila, Pimpinan Pusat Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) dan Majelis Ekonomi Muhammadiyah Jawa Barat.
Baca Juga: Sinopsis The Policeman's Lineage, Aksi Choi Woo Shik Selidiki Polisi Nakal
Baginya menjadi wakil rakyat bukanlah profesi, melainkan wadah perjuangan untuk umat. Tak heran jika kelak terpilih menjadi anggota DPR-RI, James bertekad menyumbangkan penghasilannya pada masyarakat untuk kepentingan beasiswa, partai, dan kepentingan umum lainnya.
“Jika pencalonan ini dapat memberikan kebaikan dunia akhirat untuk saya, keluarga, umat, bangsa dan negara, semoga diberi kelancaran dan kesuksesan. Namun jika sebaliknya, saya ikhlas untuk kalah sebagai jalan terbaik yang Allah berikan,” pungkas dia tanpa beban.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Tren Sujud Freestyle Berujung Petaka: Alarm Keras Dunia Pendidikan
-
7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
-
Drakor Love Virus Gaet Jo Yu Ri dan Kim Dong Hwi Jadi Pemeran Utama
-
Emas Antam Terus Meroket, Hari Ini Harganya Rp 2,84 Juta/Gram
-
Motif Sakit Hati Anggota BAIS ke Andrie Yunus Diragukan, Hakim: Apa Urusan Prajurit dengan RUU TNI?
-
Vonis 14 Tahun Penjara! Hakim Semprot Bos Sritex: Tak Merasa Bersalah Korupsi Rp1,3 T
-
Teror May Day di Jogja: Mahasiswa Dikeroyok Preman Diduga Ormas, HP Dirampas Saat Rekam Aksi Brutal
-
Menyusuri Teduh Pantai Cemara di Ujung Selatan Jember
-
Bos Sritex Divonis 12 Tahun Penjara! Terbukti 'Cuci Uang' Hasil Korupsi Rp1,3 Triliun
-
Satgas MBG Cilegon Ungkap Hasil Lab, Dua Sampel Positif Terpapar Bakteri