SUARA GARUT— Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) resmi membentuk Tim Satgas Anti-Mafia Bola guna membersihkan sepakbola Indonesia dari mafia.
Langkah ini dilakukan, dikatakan Ketua PSSI, Erick Thohir sebagai gerak cepat federasi dalam memberantas praktik mafia bola di tanah air yang juga menjadi perhatian khusus Presiden Joko Widodo.
Tim Satgas Anti-Mafia Bola ini juga dibentuk hasil kerjasama antara berbagai individu independen dan juga federasi PSSI.
Tujuan utamanya tak lain adalah untuk memperbaiki dan membersihkan sepakbola Indonesia dari praktik pengaturan skor dan pertandingan secara keseluruhan. PSSI juga diminta dan diarahkan Presiden Joko Widodo untuk mengevaluasi secara internal.
Adanya tokoh-tokoh independen dalam satgas ini dinilai mampu menghasilkan dampak langsung dalam rangka mencapai tujuan PSSI sebagai organisasi bersih, transparan, dan terbuka terhadap bermacam temuan dan segala praktik mafia di lapangan.
Adapun tim satgas ini beranggotakan mantan Ketua Pengawas (Steering Committee) Piala Presiden, Maruarar Sirait, Jurnalis nasional, Najwa Shihab, mantan Ketua BPKP, Ardan Adiperdana serta Koordinator Save Our Soccer (SOS) Akmal Marhali.
"Jika melihat individu-individu dalam tim ini, saya jamin satgas bisa bekerja maksimal. Mereka bisa langsung laporkan temuan ke Presiden karena tujuannya untuk percepatan dalam membersihkan sepakbola," ujar Erick.
Erick juga menambahkan, Tim Satgas Anti-Mafia Bola ini juga terkoneksi dan bekerjasama dengan federasi sepakbola internasional atau FIFA.
"Satgas ini juga akan berkolaborasi dengan FIFA sebagai bagian transparansi," lanjutnya.
Baca Juga: Kabupaten Garut Rangking 13 Kasus TB Paru, 90 Berstatus MDR, Pembangunan RS Paru Jadi Anugrah
Dalam struktural tim, PSSI menunjuk Maruarar Sirait sebagai Ketua Tim Satgas Anti-Mafia Bola. Tim ini yang didukung PSSI, pemerintah, dan FIFA ini berjanji untuk menjadi unsur penting dalam mewujudkan transparansi juga perubahan sepakbola di tanah air.
Tim ini juga, disebutkan Maruarar, agar tidak takut takut dan harus berani serta tak pandang bulu dalam memberantas praktik mafia bola di Indonesia. Apalagi tim ini bukan beranggotakan orang-orang bukan sembarangan.
"Saya apresiasi karena bersama-sama orang hebat di satgas ini. Kami berkomitmen agar tim ini tidak masuk angin, tidak boleh gentar, dan tidak boleh takut, serta tidak pilih kasih," ujar Maruarar
Maruarar juga mengatakan di dalam tim satgas ini bakal diisi auditor yang kredibel dan terpercaya. Kerjasama juga akan dilakukan dengan Polri dan kejaksaan untuk menguak ptaktik mafia bola ini.
"Akan ada auditor tepercaya serta komunikasi yang baik dengan pihak Polri dan kejaksaan jika kami ingin mengungkap kasus yang terkait aturan hukum," jelasnya.
Selain itu, Erick juga menyampaikan, dirinya juga pagi tadi diminta menghadap Presiden Joko Widodo selain untuk membahas praktik mafia sepakbola di Indonesia, ia juga melaporkan persiapan Piala Dunia U-17 serta rencana ground breaking (peletakkan batu pertama) pusat latihan di IKN (Ibu Kota Nusantara). (*)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Industri Kecantikan Indonesia Makin Bergairah, Inovasi dan Teknologi Jadi Kunci Persaingan
-
Dari Kulit hingga Tekstil Ramah Lingkungan, Tren Fashion Masa Depan Makin Berkelanjutan
-
Wali Kota Solo Tegaskan Tak Toleransi Miras Ilegal, Empat Outlet Ditutup
-
Dari AI hingga Alat Diagnostik Presisi, Inovasi Teknologi Dorong Deteksi Penyakit Lebih Cepat
-
Watak Weton Rabu Pon Milik Presiden Prabowo Subianto, Simak Kelebihan dan Kekurangannya
-
BPS Ungkap Penjualan Truk hingga Pikap Melonjak 38,76%
-
Mendagri Siapkan Tiga Langkah Sebagai Solusi Operasional Gaji Pegawai Pemda
-
BRI Dukung Optimalisasi Dana SAL, Perkuat Penyaluran Kredit ke Sektor Produktif
-
Deposit Judi Online Piala Dunia 2026 Tembus Rp1 Triliun! QRIS Paling Banyak Disalahgunakan
-
Purbasari White Glow Body Serum Bisa Memutihkan Kulit? Cek Ulasan Pengguna