Mulai dari sinilah, nama dr. Slamet diabadikan menjadi nama rumah sakit. dr. Slamet sendiri merupakan salah satu dokter yang turut berjuang melawan wabah pes di Garut saat itu.
Selain ditunjuk sebagai Kepala Rumah Sakit Umum, dokter bernama lengkap Slamet Atmosoediro itu juga ditugaskan Pemerintah Hindia Belanda sebagai Ketua Tim Pemberantas Wabah Pes di Garut.
Menteri Kesehatan, Mas Iyas pun turut bergabung dalam tim itu pun tak lama meninggal dunia karena terjangkit penyakit pes. Semenjak itu, Pemerintah Hindia Belanda menerbitkan regulasi pendirian bangunan (woning).
Pendirian bangunan tersebut pun harus seizin Mantri Bangunan atau Ahli Bangunan. Beberapa syarat di antaranya meliputi dinding bangunan harus terbuat minimal separuh tembok dan bambu.
Lantai pun harus dibangun minimal setinggi lutut orang dewasa dari permukaan tanah atau menerapkan struktur panggung. Lantai juga wajib berbahan atau memakai papan.
Begitu pun dengan atap yang semula dari ijuk harus diubah menjadi genteng yang diperoleh dari pabriknya langsung di Kampung Lio. Pembangunan rumah sakit itupun dibantu pembiayaannya oleh Pemerintah Hindia Belanda.
Bagi mereka (masyarakat) yang berencana merenovasi rumahnya, biaya perbaikannya bisa dibantu dari pinjaman bank dengan catatan syarat-syarat (bangunan) sesuai yang ditentukan ahli bangunan.
Pasca meninggalnya dr. Slamet pada 1935, jabatan Kepala Rumah Sakit Garut digantikan dr. H. R. Parjono Soerio Dipoero dari 1935-1945. dr. Parjono merupakan dokter pindahan dari Rumah Sakit Tasikmalaya.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap dr. Slamet atas jasa-jasanya, nama dr. Slamet diabadikan menjadi nama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Slamet Garut.
Baca Juga: Blangkar dan Kursi Roda di RSUD dr. Slamet Garut Raib, Wabup Mengaku Prihatin
Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 51/ Men. Kes/ SK/ II/ 79 Tahun 1979, dr. Slamet Atmosoediro resmi ditetapkan sebagai nama RSUD "dr. Slamet" Kabupaten Garut hingga saat ini. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Bank Jambi Dibobol, Dana Rp144,82 Miliar Diduga Dicuci Lewat Kripto
-
Warga Jakbar Siap-siap! Aliran Air PAM Mati 6 Hari Mulai 17 Juli, Ini Daftar Wilayahnya
-
100 Hektare Hutan Mangrove di Rokan Hilir Dirusak, Disulap Jadi Lahan Perkebunan
-
Agung Nugroho Lantik Belasan Pejabat Pemkot Pekanbaru, Ini Nama-namanya
-
Punya 38.600 Pegawai, Menteri PU Bantah Mutasi Terkait Surat Dinas yang Bocor
-
5 Serum Wajah yang Cocok untuk Kulit Berminyak di Indonesia
-
Statistik Buktikan Inggris Terlalu Bergantung Kane-Bellingham, Jadi Bumerang saat Lawan Argentina?
-
'Gue Kasih Umrah Sekeluarga', Menteri PU Dody Hanggodo Jawab Isu Aisyah Zakkiyah Keponakannya
-
Politisi PDIP Dolfie Semprot Purbaya Gegara Pindahkan Dana SAL ke Bank Milik Negara
-
Mengintip Tren Wellness di Bali, Saat Pengalaman Air Jadi Daya Tarik Baru Industri Hospitality