- Victorinox membuka pop-up store keduanya di Kota Kasablanka, Jakarta, untuk menjangkau masyarakat perkotaan dengan mobilitas tinggi.
- Gerai ini memamerkan berbagai produk fungsional seperti pisau Swiss Army, koper Spectra 3.0, hingga koleksi tas Architecture Urban2.
- Pengunjung dapat mengeksplorasi sejarah serta mencoba langsung produk yang dirancang untuk mendukung gaya hidup modern yang dinamis.
Suara.com - Di tengah gaya hidup urban yang semakin dinamis, batas antara kebutuhan sehari-hari dan aktivitas bepergian kini semakin tipis. Banyak orang tidak lagi memisahkan perlengkapan kerja, perjalanan singkat, hingga hobi dalam kategori yang berbeda.
Yang dicari justru produk dan pengalaman yang praktis, fungsional, sekaligus mampu mengikuti ritme hidup yang serba cepat. Tren inilah yang turut mendorong munculnya ruang-ruang pengalaman baru dari berbagai merek global di Indonesia.
Fenomena tersebut terlihat dari langkah Victorinox yang kembali memperluas kehadirannya di Jakarta melalui pembukaan pop-up store keduanya di Kota Kasablanka.
Alih-alih sekadar menjadi tempat berbelanja, ruang ini dirancang sebagai area eksplorasi yang mengajak pengunjung mengenal lebih dekat perjalanan panjang brand asal Swiss tersebut yang telah berdiri sejak 1884.
Bagi banyak orang, nama Victorinox identik dengan Swiss Army Knife. Namun seiring perkembangan zaman, identitas tersebut berkembang menjadi bagian dari gaya hidup modern yang dekat dengan kebutuhan mobilitas masyarakat perkotaan.
Selain pisau multifungsi ikoniknya, Victorinox juga menghadirkan berbagai koleksi travel gear, koper, dan backpack yang dirancang untuk mendukung aktivitas harian maupun perjalanan.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah Swiss Army Knife seri Huntsman yang memiliki 15 fungsi dalam desain ringkas, mulai dari gunting, pembuka botol, hingga alat bantu untuk kebutuhan outdoor ringan.
Sementara di kategori perjalanan, koleksi koper Spectra 3.0 hadir dengan material recycled polycarbonate dan sistem ekspansi kapasitas yang dirancang untuk memberikan fleksibilitas lebih bagi para pelancong.
Ada pula lini backpack Architecture Urban2 yang ditujukan bagi profesional perkotaan dengan fitur perlindungan perangkat kerja serta ruang penyimpanan yang lebih terorganisasi.
Baca Juga: Berapa Biaya Umrah di Hanania Travel? Diduga Tipu Calon Jemaah hingga Rugi Rp60 M
Menariknya, pendekatan yang ditawarkan tidak hanya berfokus pada produk, melainkan juga cerita di baliknya. Pengunjung dapat menelusuri sejarah brand, melihat koleksi edisi terbatas, hingga mencoba langsung berbagai produk yang selama ini dikenal mengedepankan presisi dan fungsi khas Swiss.
Kehadiran ruang seperti ini terasa relevan dengan perubahan perilaku konsumen saat ini. Di tengah meningkatnya minat terhadap traveling, work from anywhere, hingga aktivitas luar ruang, banyak orang mulai lebih selektif memilih barang yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki fungsi jangka panjang.
"Lifestyle market di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang sangat positif, didorong oleh generasi konsumen baru yang semakin menghargai functionality dan design dalam produk yang mereka pilih. Mereka tidak hanya mencari produk yang memiliki purpose, tetapi juga produk yang dapat merepresentasikan identitas serta mendukung gaya hidup sehari-hari mereka," ujar Lia Amelia, Country Manager Luxasia Indonesia.
Jakarta sendiri menjadi lokasi yang dianggap tepat untuk menghadirkan pengalaman tersebut. Sebagai kota yang bergerak cepat dan dihuni masyarakat dengan mobilitas tinggi, kebutuhan akan solusi praktis dalam keseharian maupun perjalanan menjadi semakin relevan.
Menurut Hendra Purjaka, General Manager Lifestyle Luxasia Indonesia, energi urban Jakarta memberikan ruang bagi Victorinox untuk terhubung lebih dekat dengan keseharian masyarakat.
"Melalui berbagai engaging activations bersama Key Opinion Leaders, media, dan komunitas, kami ingin menciptakan meaningful experiences yang semakin memperkuat relevansi Victorinox dengan konsumen masa kini," katanya.
Di tengah banyaknya brand yang berlomba menawarkan produk baru, pendekatan berbasis pengalaman tampaknya mulai menjadi cara yang lebih efektif untuk membangun kedekatan dengan konsumen.
Bukan sekadar soal apa yang dibeli, tetapi bagaimana sebuah merek dapat hadir dalam berbagai momen kehidupan, mulai dari perjalanan singkat akhir pekan hingga rutinitas harian yang terus bergerak.
Dalam konteks itulah, ruang-ruang interaktif seperti ini menjadi cerminan bagaimana gaya hidup modern kini semakin menempatkan fungsi, pengalaman, dan cerita sebagai bagian yang tak terpisahkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
2 Rekomendasi Setrika Panasonic Andalan, Pakaian Licin Sekali Gosok
-
4 Sepatu Wanita Tanpa Tali dari Brand Lokal, Praktis Dipakai dan Tetap Modis
-
Tips Memilih dan 5 Rekomendasi Bedak yang Makin Berkeringat Semakin Bagus
-
6 Moisturizer Mengandung Retinol untuk Malam Hari, Kulit Halus Bebas Kerut
-
7 Lipstik Transferproof untuk Kamu yang Aktif Seharian, Anti Ribet Touch Up
-
Kenali 7 Ciri-Ciri Travel Umrah Bodong, Jangan Langsung Tergiur Promo dan Harga Murah
-
Ke Arah Mana Air Mancur Seharusnya Menghadap Menurut Feng Shui? Ini Penjelasannya
-
5 Moisturizer untuk Mencerahkan Wajah di Pagi Hari, Ringan dan Bikin Kulit Fresh
-
Sosok Owner Hanania Travel, Dipolisikan Usai Rugikan Calon Jemaah Umrah hingga Rp60 Miliar
-
16 Juni 2026 Libur Apa? Ini Daftar Tanggal Merah Bulan Depan Menurut SKB 3 Menteri