Mantan kapten Manchester United dan Timnas Irlandi, Roy Keane kasih sindiran menohok kepada Harry Kane yang batal menggunakan ban kapten One Love di pertandingan Inggris vs Iran, Senin (21/11).
Harry Kane memutuskan untuk tidak menggunakan ban kapten One Love karena takut mendapat sanksi berupa kartu kuning. Keputusan sama juga diambil kapten timnas Wales, Gareth Bale.
Sebelumnya, Harry Kane disebut akan menggunakan ban kapten One Love pada pertandingan Inggris vs Iran. Ban kapten pelangi One Love merupakan simbol perlawanan diskriminasi di Piala Dunia.
Penggunaan ban kapten ini kemudian dilarang karena melanggar protokol FIFA. Induk bola dunia itu mengancam akan berikan sanksi kepada pemain yang bersikeras gunakan ban kapten tersebut.
Menurut Roy Keane, Inggris dan Wales melakukan kesalahan besar dengan mundur menggunakan ban kapten One Love.
Ditegaskan oleh Keane, seharusnya mereka memiliki keyakinan kuat bahwa ban kapten One Love ialah simbol anti diskriminasi yang mempunyai pesan penting untuk banyak orang.
"Saya pikir para pemain bisa saja menggunakan itu, tak perlu khawatir akan mendapat hukuman, kartu kuning atau apa pun itu," ucap Keane seperti dilansir dari Mail Online.
"Jalani pertandingan pertama Anda dengan ban kapten itu, dapatkan kartu kuning, tapi Anda telah berhasil mengirim pesan luar biasa. Jika Anda tidak memakainya karena takut kena sanksi, saya pikir itu kesalahan besar kedua pemain," tegasnya.
Ditambahkan oleh Roy Keane, sebagai seorang pemain seharusnya Harry Keane dan Gareth Bale memiliki keyakinan sendiri di luar tekanan dari federasi atau pihak manapun.
Sebelumnya, sembilan kapten dari tim Eropa berjanji untuk menggunakan ban One Love sebagai bentuk solidaritas untuk komunitas LGBT di Qatar.
Akan tetapi, FIFA mengeluarkan aturan ketat terkait pakaian para pemain termasuk ban kapten yang digunakan selama Piala Dunia 2022.
"Kami telah meminta para kapten untuk tidak mencoba mengenakan ban kapten (One Love) di pertandingan Piala Dunia. Kami tidak bisa menempatkan pemain dalam situasi mereka akan terancam terusir dari lapangan karena hal itu," tulis pernyataan resmi FIFA.
Berita Terkait
-
Pantas Disebut Grup Neraka, Begini Aroma Rivalitas Geopolitik di Grup B dalam Gelaran Piala Dunia 2022
-
Meski Menang Lawan Senegal, Virgil van Dijk Akui Belanda Masih Perlu Perbaikan
-
Muncul di Pembukaan Piala Dunia, Ini Fakta Menarik Ghanim Al-Muftah: Punya Jutaan Follower Hingga Sosok Pengusaha Muda
-
Bikin Haru, Adik Syekh Ali Jaber Ungkap 1.000 Orang Masuk Islam Pasca Pembukaan Piala Dunia 2022
-
Beda Nasib 2 Kakak Julian Alvarez, Main di Klub Amatir saat Adiknya Jadi Bintang Baru Timnas Argentina
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Merawat Nyala Wayang Palembang, Warisan Kesultanan yang Menjadi Ruang Belajar Generasi Muda
-
Promo Spesial BRI, Makan Enak di Ramen Girl Dapat Potongan Harga!
-
Usut Bentrokan Menteng, Polisi Dalami Peran 15 Orang yang Diamankan
-
Back-to-Back Juara! Kemenangan Fajar/Fikri di China Open 2026 Jadin Titik Balik Ganda Putra RI
-
Undang Wapres Hingga Dedi Mulyadi, Festival Merah Putih Kota Bogor Siap Digelar 9 Agustus
-
Kapitra Ampera Sebut Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Maling Gede
-
Misi Lahirkan Srikandi Baru, Kejurnas Panahan Junior 2026 Diikuti 906 Atlet dari 29 Provinsi
-
Penyelundupan Sabu 2 Kg dari Aceh ke Jakarta Gagal di Bandara Pekanbaru
-
Mencekam! Buaya Situ Habibi Sukabumi Terekam Menerkam Anak Sapi di Depan Wisatawan
-
Hari Mangrove Sedunia, Kilang Plaju Perkuat Komitmen Lestarikan Ekosistem Pesisir