Striker naturalisasi Ilija Spasojevic akhirnya dipanggil kembali ke Timnas Indonesia jelang Piala AFF 2022. Striker naturalisasi itu terakhir kali membela tim Merah Putih pada 2019.
Dipanggilnya Spaso setelah Dimas Drajad mengalami cedera saat pemusatan latihan timnas di Bali. Pemanggilan Spaso bisa dibilang bisa membawa dampak untuk timnas saat main di Piala AFF.
Meski sudah berusia 35 tahun, Spaso masih terbilang sebagai bomber moncer bersama Bali United. Musim 2022-23 sebelum Liga 1 dihentikan, Spaso sudah mengemas 7 gol.
Dari data yang ia unggah di akun Instagram pribadinya, Spaso merupakan pemain dengan rataan tendangan ke gawang terbanyak per 90 menit dengan 4,16 tendangan per 90 menit.
Nama Spaso hanya kalah dari striker Persib, Wander Luiz yang mencatatkan 4,24 per 90 menit.
Tak ada yang meragukan Spaso sebagai striker jempolan. Darah sepak bola mengalir dalam dirinya.
Spaso berasal dari keluarga sepak bola. Adiknya, Mirko Spasojevic juga seorang pesepak bola dan pernah membela PSM Makassar.
Selain adiknya yang pesepak bola, ayah Spaso juga sosok hebat di sepak bola Montenegro. Siapa ayah Spaso?
Dragutin Spasojevic ialah ayah dari Spaso. Dragutin adalah pemain dan manajer ternama di sepak bola Montenegro. Salah satu capaian yang membuat nama Dragutin ialah saat ia membawa NK Rijeka di Piala Yugoslavia 1978.
Baca Juga: Kiper Timnas Kamerun Akhirnya Bersuara Setelah Dipulangkan Lebih Cepat oleh Sang Pelatih
"Ilija Spasojevic merupakan anak dari pelatih terkenal Dragutin Spasojevic. Saya bekerja dengannya saat di FK Sutjeska Niksic," kata mantan pelatih PSIS, Dragan Djukanovic.
Salah satu media Montenegro bahkan menyebut bahwa Dragutin bisa disejajarkan dengan pelatih jempolan asal Spanyol, Pep Guardiola.
"Ia tangan besi, dan seperti Guardiola, ia memiliki keahlian mengatur startegi di lini tengah," tulis media Montenegro tersebut, sportskacentrala.
"Tim yang dilatih Dragutin memang unik. Penuh kesabaran. Strategi seperti yang ia terapkan mustahil untuk diikuti tim lain di eranya," tambah media Kroasia, novilist.hr
Meski melatih di era 60-an hingga 70-an, ayah Spaso tersebut bisa dibilang sebagai pelatih seperti sepak bola saat ini.
Ia misalnya dengan berani mengubah posisi pemain. Tujuannya tentu saja agar si pemain bisa lebih berkontribusi.
Dragutin misalnya memaksa untuk Milan Ruzic di HNK Rijeka yang awalnya striker menjadi gelandang sentral. Ia juga mengubah posisi Milan Radovic dari seorang striker sedikit mundur ke belakang.
Cara ini yang membuat HNK Rijeka menjelma menjadi tim terkuat di Liga Yugoslavia. Pensiun jadi pelatih, Dragutin kemudian menjabat sebagai presiden asosiasi pelatih di era 2000-an.
Dragutin hembuskan nafas terakhirnya pada 21 Mei 2016 pada usia 82 tahun.
Berita Terkait
-
Mimpi Jadi Nyata, Sandy Walsh Pasang Target Juara Piala AFF Bersama Timnas Indonesia
-
Lama Dianggurin, Ilija Spasojevic Akhirnya Dipanggil Shin Tae-yong ke Timnas: Saatnya Persembahkan Trofi AFF!
-
Perpindahan Federasi Sudah Disahkan FIFA, Jordi Amat Tak Sabar Debut Bareng Timnas Indonesia
-
Perpindahan Federasi Sandy Walsh Rampung, Netizen Beri Ucapan Ini
-
Lengkap Jadwal Timnas Indonesia di Piala AFF 2022
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik
-
100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping
-
Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda
-
Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?
-
Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026
-
Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement
-
Singapura Tahan Indonesia: Garuda Terhenti, Wasit Oman Dituding Biang Kerok