Namanya Mehran Samak, pemuda asal Iran ini menemui ajal ditembak tepat di kepala oleh pasukan keamanan Iran Utara. Samak ditembak setelah bunyikan klakson mobilnya sebagai tanda protes dan merayakan kegagalan Iran di Piala Dunia 2022.
Melansir dari BBC Arabic, Samak ditembak di kepala setelah ia membunyikan klakson mobilnya di kota Bandar Anzali, Provinsi Gilan pada Selasa (29/11) waktu setempat.
Di lamam Twitter, sejumlah orang Iran unggah foto Samak disertai tagar anti pemerintah. Mereka meminta pihak PBB, UNHCR dan lembaga HAM internasional untuk menyelidiki kasus penembakan Samak.
Salah satu pengguna akun Instagram @tubakamangar2 beberapa jam lalu unggah video pemakaman Samak. Pada video yang diunggah itu tampak sejumlah orang menghadiri pemakaman Samak meski hujan mengguyur.
Sebelumnya, di sejumlah kota di Iran, para warganya justru berpesta dengan hasil tersebut. Melansir dari Khan.co.kr, sejumlah orang di Iran merayakan kegagalan itu dengan menyalakan kembang api.
Massa langsung turun ke jalan-jalan di kota besar Iran, termasuk di ibu kota Teheran. Warga merayakan kekalahan itu dengan berpesta dan menyalakan kembang api.
Bagi warga Iran, kekalahan tersebut patut disyukuri karena tim nasional mereka tidak menjadi alat propaganda oleh rezim.
Saat merayakan kekalahan Iran di Teheran, warga berkumpul dengan massa pendemo dan menerikaan slogan serta yel-yel anti pemerintah.
Tak hanya di Teheran, kota lainnya seperti di Mahabad, Mariban, dan Sakez, para warganya juga merayakan kekalahan tim nasional Iran.
Baca Juga: Baru 2 Kali Juara Piala Dunia, Kenapa Jersey Timnas Uruguay Gunakan 4 Bintang ?
Khusus di Sakez, perayaan berlangsung lebih semarak. Petasan diledakakn para warga di rumah masing-masing, klakson dibunyikan pengemudi mobil di jalan-jalanan.
Berita Terkait
-
Profil Mathew Leckie, Pahlawan Australia Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2022
-
Baru 2 Kali Juara Piala Dunia, Kenapa Jersey Timnas Uruguay Gunakan 4 Bintang ?
-
Wojciech Szczesny Bangga Gagalkan Penalti Messi: Ini Pencapaian Spesial Seorang Kiper di Piala Dunia 2022
-
Canggih! Bola Piala Dunia 2022 Dibekali Sensor dan Harus Diisi Daya Sebelum Dimainkan
-
Jelang Kroasia vs Belgia, Ini Head to Head 3 Bintang, Siapa Bakal Menang?
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Pelarian Berakhir! Bandar Sabu Penyuplai Eks Kapolres Bima Diringkus Saat Hendak Kabur ke Malaysia
-
Bek Jangkung Keturunan Sunda 195 Cm Kasih Puja Puji ke Timnas Indonesia, OTW Naturalisasi?
-
Mahasiswa UI Bakal Demo Mabes Polri, Tuntut Bripda Mesias Dihukum Berat hingga Copot Kapolri
-
Bedah Buku Quiet Impact: Menguak Rahasia Orang Introver
-
Dimulai dari Pulomas, Lapangan Padel Bodong di Jakarta Mulai Disegel
-
Beda Pajak Innova Reborn Diesel Matic 2025 vs 2026, Diam-diam Naik?
-
Curiga Ayah Nizam Syafei Terlibat, Ibu Kandung Ngaku Pernah Disiram Air Panas oleh Mantan Suami
-
Pengamat: Sudah Seharusnya Pemprov DKI Tak Beri Izin Lapangan Padel di Pemukiman Sempit
-
Vonis 15 Tahun Kerry Riza Disebut Jadi Alarm Bahaya Bagi Investor dan Direksi BUMN
-
Harga Emas Antam Makin Mahal Dipatok Rp 3,04 Juta/Gram, Berikut Daftarnya